Pemerintah Pastikan Kenaikan Biaya Haji 2026 Tidak Dibebankan ke Jemaah

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 08 April 2026 | 13:09 WIB
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf  (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf  (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan mengungkapkan ada kemungkinan biaya penyelenggaraan biaya haji 2026 akan naik akibat konflik timur tengah. Namun, pemerintah menjamin kenaikan tersebut tidak dibebankan kepada jemaah haji. Hal tersebut sesuai dengan pesan Presiden Prabowo Subianto.

"Intinya Presiden Prabowo berharap apapun yang terjadi, kenaikan-kenaikan, jika terjadi kenaikan beliau minta tidak dibebankan kepada jamah haji kita," ujar Gus Irfan saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Untuk menjalankan komitmen tersebut, Presiden Prabowo meminta kepada para menteri untuk menghitung kebutuhan untuk antisipasi kenaikan biaya haji.

"Itu adalah komitmen dari Presiden Prabowo yang sudah dimintakan untuk kepala kami dengan tim untuk bisa menindaklanjuti dan menghitung berapa sebenarnya kebutuhan yang diperlukan," kata Gus Irfan.

Ia menyampaikan, kenaikan biaya haji disebabkan naiknya biaya penerbangan. Akibat gejolak Timur Tengah, harga avtur naik sampai mengharuskan penerbangan mengambil rute memutar.

"Namun, kenaikan harga avtur global, lonjakan asuransi war risk serta pelemahannya tukar, biaya tersebut meningkat signifikan. Kondisi politik juga memungkinkan lakukan rerouting penerbangan untuk menghindari wilayah udara konflik," kata Gus Irfan.

Untuk menghindari wilayah udara konflik, penerbangan Garuda Indonesia memakan waktu 4 jam dan menambah konsumsi avtur. Sehingga, Garuda mengusulkan tambahan biaya.

"Maskapai Garuda melalui surat nomor Garuda/JAKARTA/DZ/20181-26 mengusulkan tambahan Rp7,9 juta penerjemah pada harga avtur 116 US$ sen per liter," jelas

Saudi Airline mengusulkan kenaikan biaya yang disampaikan melalui surat nomor 11732247/11501 April 2026 sebesar 480 US$ dollar per jemaah pada harga avtur 137,4 US$ cent per liter.

"Dalam skenario tanpa perubahan rute, biaya rata-rata per jemaah naik menjadi sekitar 46,9 juta atau meningkat 39,85 persen. Sementara pada skenario perubahan rute, biaya meningkat lebih tinggi menjadi sekitar 50,8 juta atau naik hingga 51,48 persen," papar Gus Irfan. 

Penyelenggaraan Haji 2026, menurut Gus Irfan, berada pada tekanan faktor global yang semakin kompleks. Sehingga perlu penguatan efisiensi, koordinasi, dan mitigasi untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan haji.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: