Iran Siapkan Serangan Balasan ke Israel, Langgar Gencatan Senjata
BeritaNasional.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran disebut tengah menyiapkan serangan balasan terhadap Israel. Langkah ini dipicu dugaan pelanggaran gencatan senjata di Lebanon.
Mengutip laporan Fars News Agency, sumber militer Iran menyatakan operasi tersebut bersifat “deterrent” atau pencegah, dengan target posisi militer Israel di wilayah yang disebut sebagai daerah pendudukan.
Iran Nilai Israel Langgar Kesepakatan
Menurut sumber tersebut, serangan Israel yang terus berlangsung di Lebanon dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan penghentian sementara konflik.
Teheran juga menilai situasi ini menunjukkan lemahnya kendali Amerika Serikat terhadap sekutunya, termasuk kepemimpinan Benjamin Netanyahu.
Sebelumnya, kantor berita resmi Lebanon melaporkan adanya serangan udara Israel di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Beirut, Baalbek, hingga kawasan selatan Lebanon.
Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata dua pekan antara Iran dan Amerika Serikat yang dimaksudkan sebagai langkah awal menuju kesepakatan damai.
Konflik Meluas Meski Ada Gencatan Senjata
Meski gencatan senjata telah diumumkan, konflik di kawasan belum mereda. Israel masih melanjutkan operasi militer di Lebanon selatan sejak serangan lintas batas oleh kelompok Hezbollah pada awal Maret.
Situasi ini memperlihatkan bahwa kesepakatan penghentian konflik belum sepenuhnya efektif di lapangan.
Rencana serangan balasan dari Iran berpotensi memperluas konflik di kawasan. Jika tidak segera dikendalikan, ketegangan ini bisa berkembang menjadi konflik regional yang lebih besar.
Di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung, perkembangan terbaru ini menjadi sinyal bahwa stabilitas Timur Tengah masih jauh dari kata aman.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







