Pertamina Jaga Ketahanan Energi, Penurunan Emisi Awal 2026 Lampaui Target

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 09 April 2026 | 13:30 WIB
Gedung Pertamina (Foto/Pertamina)
Gedung Pertamina (Foto/Pertamina)

BeritaNasional.com - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Sejalan dengan target pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE), perusahaan juga konsisten menjalankan program pengurangan emisi karbon di seluruh lini bisnisnya.

Hingga Februari 2026, Pertamina mencatat realisasi penurunan emisi sebesar 354.609 ton CO2e. Angka tersebut setara 112 persen dari target periode berjalan, sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi perusahaan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan berbagai program efisiensi energi dari sektor hulu hingga hilir.

“Realisasi dekarbonisasi yang melampaui target ini menjadi bukti bahwa Pertamina terus bergerak menuju energi yang lebih bersih. Namun, keberlanjutan energi juga membutuhkan peran aktif masyarakat melalui perilaku hemat dan bijak menggunakan energi,” ujar Baron dikutip, Kamis (9/4/2026).

Pertamina menegaskan, upaya menjaga ketahanan energi nasional tidak hanya dilakukan melalui optimalisasi operasional dan inovasi teknologi. Perusahaan juga terus mengedukasi masyarakat agar menggunakan energi secara efisien dan tepat sasaran.

Menurut Baron, perilaku bijak dalam menggunakan energi memiliki dampak besar terhadap stabilitas pasokan nasional, terutama di tengah dinamika global yang memengaruhi sektor energi.

“Penggunaan energi secara bijak, seperti menggunakan BBM sesuai kebutuhan serta memanfaatkan energi secara efisien, merupakan kontribusi nyata masyarakat dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060,” tambahnya.

Dari sisi kinerja, capaian dekarbonisasi Pertamina didorong kontribusi seluruh subholding. Subholding Upstream menjadi penyumbang tertinggi dengan capaian di atas target, disusul Subholding Downstream dan Gas yang mencatat performa positif melalui berbagai program efisiensi operasional dan optimalisasi energi.

Sementara itu, subholding lain seperti Pertamina New & Renewable Energy dan Integrated Marine Logistics juga terus memperkuat implementasi program dekarbonisasi. Langkah tersebut dilakukan melalui efisiensi energi, elektrifikasi operasional, serta pengembangan energi baru terbarukan.

Selain menjalankan program pengurangan emisi, Pertamina juga terus menyempurnakan target Net Zero Emission. Hal itu dilakukan melalui penguatan kebijakan internal, seperti penerapan internal carbon pricing, pengembangan proyek rendah karbon, serta integrasi aspek keberlanjutan ke dalam strategi bisnis perusahaan.

Dengan capaian positif pada awal 2026, Pertamina optimistis mampu memenuhi target dekarbonisasi tahunan sekaligus memperkuat posisinya sebagai perusahaan energi nasional yang andal, terjangkau, dan semakin ramah lingkungan.

Untuk tahun 2026, Pertamina menargetkan pengurangan emisi sebesar 1.962.156 ton CO2e. Berbagai program strategis untuk menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi energi terus dijalankan di seluruh subholding.

Di sektor hulu, Pertamina melakukan efisiensi penggunaan fuel gas melalui optimasi pengoperasian gas turbin dengan efisiensi mencapai 12 MMSCFD. Sementara di Subholding Downstream, sejumlah langkah dilakukan seperti upgrade APC Boiler-RU VI, optimasi gas engine, implementasi biofuel, serta optimalisasi penggunaan PLTS di area operasional dan perkantoran.

Tak hanya itu, Pertamina juga terus mengembangkan program energi bersih berbasis masyarakat melalui Desa Energi Berdikari. Program ini mengoptimalkan potensi energi bersih yang melimpah di pedesaan sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun swasembada energi berbasis desa dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Berkat berbagai terobosan tersebut, Pertamina saat ini mampu menjaga ESG Risk Rating pada level medium berdasarkan analisis lembaga pemeringkat ESG Sustainalytics. Capaian itu menempatkan Pertamina di peringkat pertama dari 54 perusahaan dunia dalam sub industri minyak dan gas terintegrasi.

Pertamina pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menerapkan gaya hidup hemat dan bijak energi. Langkah sederhana tersebut dinilai memiliki dampak besar dalam menjaga keberlanjutan energi dan kelestarian bumi bagi generasi mendatang.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: