Menteri PU Pastikan Pemulihan Pascabencana di Sumatera Terus Dilanjutkan

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Jumat, 10 April 2026 | 02:00 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo (Foto/Instagram Dody Hanggodo)
Menteri PU Dody Hanggodo (Foto/Instagram Dody Hanggodo)

BeritaNasional.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan penanganan pascabencana termasuk pemulihan akses dan infrastruktur di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), terus berjalan.

"Pekerjaan kita di Aceh belum selesai di Sumut dan Sumbar belum selesai," kata Dody.

Ia mengatakan, penugasan penanganan bencana masih berlangsung hingga April 2026 dengan sistem rotasi bagi para relawan dan pegawai di lapangan.

Dody mengapresiasi para relawan Kementerian PU yang telah terlibat langsung dalam penanganan bencana, termasuk dalam pemulihan akses jalan dan infrastruktur dasar di wilayah terdampak.

"Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman atas pengabdiannya selama beberapa minggu kemarin. Tetap semangat karena ke depan masih banyak yang harus kita kerjakan dan negara masih membutuhkan jasa dari teman-teman sekalian," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya peran aparatur sipil negara (ASN) dalam memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana.

Menurut dia, tugas Kementerian PU tidak hanya terbatas pada penanganan bencana, tetapi juga mencakup penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan akses air bersih di berbagai daerah.

"Masih ada masalah kekurangan jembatan, penyediaan air bersih. Jadi yang kita kerjakan itu dalam pelayanan. Negara hadir saat rakyatnya itu membutuhkan," ucap Dody.

Sebelumnya, Kementerian PU mencatat pada akhir Februari 2026 progres penanganan pascabencana di Sumatera menunjukkan capaian signifikan di berbagai sektor.

Antara lain, layanan air baku dan air bersih telah mencapai sekitar 71 persen, serta 153 dari 176 sistem penyediaan air minum telah kembali berfungsi.

Di sektor konektivitas, seluruh jalan dan jembatan nasional terdampak telah kembali berfungsi 100 persen, sementara jalan daerah mencapai sekitar 93 persen dan jembatan daerah sekitar 63 persen.

Pemulihan infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mengembangkan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana.


Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: