Kanselir Jerman Friedrich Merz Kirim Tim ke Pakistan untuk Perdamaian AS-Iran
BeritaNasional.com - Kanselir Jerman Friedrich Merz ambil bagian dalam mendukung stabilitas di Timur Tengah. Jerman secara resmi akan melanjutkan pembicaraan langsung dengan Iran guna mengawal gencatan senjata dua minggu yang baru disepakati antara Washington dan Teheran.
Dalam konferensi pers yang digelar di Berlin pada Kamis (9/4/2026) waktu setempat, Merz mengungkapkan celah untuk solusi damai kini mulai terlihat.
Meski demikian, ia mengingatkan dunia agar tidak lengah karena situasi di kawasan tersebut masih sangat tidak menentu.
"Peluang untuk solusi melalui negosiasi telah terbuka untuk pertama kalinya sejak pecahnya konflik, meskipun situasi di Timur Tengah tetap rapuh," ujar Merz yang dikutip dari Xinhua News pada Kamis.
Menyusul kesepakatan jeda kemanusiaan antara Amerika Serikat dan Iran, proses dialog lanjutan dijadwalkan akan bergeser ke Islamabad, Pakistan. Merz mengonfirmasi bahwa tim negosiasi dari Jerman saat ini tengah dalam perjalanan menuju Pakistan untuk berdialog langsung dengan perwakilan Teheran.
Sebagai bentuk dukungan penuh, Merz juga dijadwalkan melakukan komunikasi tingkat tinggi melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada Kamis malam.
Selain menjalin kontak dengan pihak Iran dan Pakistan, Merz juga bergerak cepat merangkul sekutu utamanya, Amerika Serikat.
Ia membenarkan telah berbicara langsung dengan Presiden AS Donald Trump untuk memastikan komitmen Washington terhadap jalan damai.
Dalam pembicaraan tersebut, Merz mendesak Trump agar tetap konsisten melanjutkan negosiasi dengan serius. Di sisi lain, sang Kanselir membantah kabar burung yang menyebutkan adanya diskusi mengenai rencana penarikan pasukan AS dari pangkalan-pangkalan militer yang ada di Jerman.
Di tengah optimisme gencatan senjata AS-Iran, Merz memberikan catatan kritis terhadap serangan militer Israel yang masih berlangsung di Lebanon.
Ia memperingatkan aksi militer tersebut berisiko merusak seluruh proses perdamaian yang sedang dirintis dengan susah payah.
"Operasi militer Israel di Lebanon dapat menyebabkan proses perdamaian secara keseluruhan gagal. Dan itu tidak boleh terjadi," tegas Merz.
Sumber: Xinhua News
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







