Seskab Teddy Tegaskan Pemerintah Terbuka Kritik, Asal Berbasis Fakta
BeritaNasional.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak, selama disampaikan dengan dasar data dan fakta yang jelas.
Dalam pernyataannya, Seskab Teddy menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai “inflasi pengamat”, yakni meningkatnya jumlah pihak yang menyampaikan opini di ruang publik tanpa didukung keahlian maupun data yang akurat.
“Sekarang ini ada satu fenomena, apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi banyak sekali pengamat. Ada pengamat keras, tapi dia background-nya bukan di situ,” ujar Teddy dikutip, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, sebagian opini yang berkembang di masyarakat tidak sepenuhnya berbasis fakta dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik. Meski demikian, ia menyebut tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap tinggi.
“Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri. Dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta. Datanya keliru,” ucapnya.
“Tapi faktanya apa? Faktanya lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka. Itu adalah bukti nyata kepercayaan publik. Bukan suatu asumsi,” lanjutnya.
Teddy juga menekankan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Pemerintah, kata dia, tidak menutup ruang kritik selama disampaikan secara konstruktif dan tidak memicu keresahan di masyarakat.
“Jadi saya kira boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat. Silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi statement yang mengarah pada kecemasan, membuat orang cemas terhadap negeri ini. Semuanya stabil, semuanya terkendali,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, untuk menjaga optimisme serta membangun harapan positif terhadap masa depan bangsa. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperbaiki kinerja dengan tetap membuka ruang bagi kritik dan masukan publik.
“Kita harus punya harapan dan doa yang baik untuk negeri ini. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang malah justru mengajak orang lain untuk punya harapan dan doa yang jelek untuk negeri yang kita cintai ini,” katanya.
“Tentu belum sempurna. Kami terima kritik, terima masukan. Secepat mungkin kita sempurnakan, kita maksimalkan sesegera mungkin,” pungkasnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu




