10 Poin Usulan Iran Telah Diterima AS sebagai Dasar Negosiasi Damai

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 11 April 2026 | 11:40 WIB
Gencatan senjata AS-Iran. (Beritanasional/Candra)
Gencatan senjata AS-Iran. (Beritanasional/Candra)

BeritaNasional.com - Dalam upaya perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi menyampaikan bahwa sepuluh poin kerangka kerja yang diusulkan Iran telah diterima sebagai dasar negosiasi dengan AS.

Melansir media pemerintah Iran pada Jumat (10/4/2026), Ravanchi menegaskan, Iran tidak akan mendukung gencatan senjata tanpa jaminan terhadap agresi baru.

Dalam pertemuan dengan diplomat asing di Teheran, Takht-Ravanchi menyatakan, Iran tetap mendukung diplomasi dan dialog, tetapi menolak proses yang didasarkan pada informasi menyesatkan atau membuka jalan bagi aksi militer lanjutan.

"Iran selalu menyambut diplomasi dan dialog," katanya, seraya menegaskan bahwa negosiasi tidak boleh menjadi dalih untuk agresi baru.

Iran juga menolak gencatan senjata yang memungkinkan pihak lawan mempersenjatai diri kembali.

Sebagai informasi, sepuluh poin kerangka kerja tersebut mencakup pengakuan hak Iran memperkaya uranium, pencabutan sanksi AS, penarikan pasukan AS dari Timur Tengah, dan pengakhiran permusuhan di semua lini, termasuk di Lebanon.

Konflik bersenjata ini dimulai sejak 28 Februari 2026 lalu, saat serangan AS dan Israel menyasar beberapa lokasi di Iran, yang dibalas Iran dengan serangan drone dan rudal serta pembatasan pelayaran di Selat Hormuz.

AS dan Iran pada Selasa (7/4/2026) kemarin, telah menyepakati gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Pakistan sebagai langkah menuju kesepakatan lebih luas. Namun, kesepakatan ini terancam karena serangan Israel ke Lebanon sehari usai kesepakatan itu.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: