PAN Nilai Kritik JK Lebih Tepat Disampaikan Tatap Muka dengan Prabowo

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 11 April 2026 | 21:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri  Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara. (Foto/YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara. (Foto/YouTube Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com - Wakil Ketua Umum DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay, menyampaikan bahwa berbagai saran dan kritik yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto merupakan hal yang positif dan patut diapresiasi, selama disampaikan berdasarkan fakta serta mencerminkan aspirasi masyarakat.

Menurut Saleh, Prabowo dikenal terbuka terhadap masukan dari berbagai kalangan. Ia menyebut, Presiden kerap mengundang tokoh-tokoh nasional untuk berdiskusi langsung di Istana.

“Prabowo sangat senang mendengar saran dan kritik. Malah beliau sering mengundang para tokoh untuk berdiskusi di istana. Ada yang dari kalangan birokrat, ulama dan tokoh agama, guru besar, media massa, aktivis, dan berbagai elemen lainnya,” ujar Saleh kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026).

Ia menambahkan, setiap pertemuan tersebut selalu diisi dengan diskusi yang substansial dan bahkan dapat diikuti oleh masyarakat luas melalui siaran televisi. Hal ini, menurutnya, menunjukkan sikap terbuka Prabowo dalam membangun komunikasi dengan publik.

Dalam konteks tersebut, Saleh menilai tokoh nasional seperti Jusuf Kalla sebaiknya menyampaikan saran maupun kritik secara langsung kepada Presiden.

“Dalam konteks keterbukaan seperti ini, sudah sepatutnya Pak Jusuf Kalla sebagai salah seorang tokoh bangsa menyempatkan diri untuk bertemu Prabowo secara langsung di istana,” katanya.

Ia meyakini, pertemuan langsung akan lebih efektif dalam menyampaikan gagasan dan masukan, apalagi jika datang dari tokoh berpengalaman seperti Jusuf Kalla.

“Pak JK itu tokoh hebat. Beliau tidak hanya menguasai bisnis, tetapi juga sangat mengerti politik dan birokrasi. Tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga sampai ke manca negara,” lanjut Saleh.

Saleh juga menegaskan bahwa kritik konstruktif akan lebih tepat jika disampaikan secara langsung kepada Presiden.

“Saya kira kalau pak JK singgah di istana, semua orang berharap agar beliau menyampaikan saran, masukan, dan kritik konstruktif. Berbicara langsung dengan Presiden pasti akan lebih mudah untuk dilaksanakan. Apalagi yang menyampaikan sekelas pak JK,” ujarnya.

Ia pun menilai, penyampaian kritik melalui media massa atau media sosial kurang tepat bagi tokoh sekelas Jusuf Kalla.

“Untuk orang sekelas Pak JK, tentu kurang elok menyampaikan kritik di media sosial dan media massa. Biarlah kritik-kritik terbuka seperti itu disampaikan oleh masyarakat biasa,” tutupnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: