Cerita Prabowo 34 Tahun Mengembangkan Pencak Silat

Oleh: Lydia Fransisca
Minggu, 12 April 2026 | 06:23 WIB
Presiden Prabowo Subianto berpidato di PB IPSI. (BeritaNasional/Setpres)
Presiden Prabowo Subianto berpidato di PB IPSI. (BeritaNasional/Setpres)

BeritaNasional.com -  PresidenPrabowo Subianto menceritakan perjalanan pengabdiannya di dunia pencak silat selama lebih dari tiga dekade. 

Hal itu disampaikannya dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-16 Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Masa Bakti 2026-2030 di Jakarta Convention Center, Sabtu (11/4/2026)

Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, Prabowo menyebut momen tersebut sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya bersama pencak silat. 

Prabowo mengatakan, keterlibatannya di IPSI telah berlangsung selama 34 tahun, baik sebagai Wakil Ketua Umum maupun Ketua Umum.

“Kalau dihitung hari ini, bisa dikatakan saya sudah mengabdi di pencak silat selama 34 tahun. Kalau tidak salah Sebagai Wakil Ketua Umum 4 periode. Kemudian sebagai Ketua Umum 5 periode,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan keputusan untuk tidak melanjutkan jabatannya sebagai Ketua Umum PB IPSI, seiring tanggung jawabnya sebagai Presiden RI.

“Alhamdulillah hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya, sehingga tidak mungkin saya efektif sebagai Ketua Umum PB IPSI,” ujarnya. 

Ia mengakui, dalam beberapa tahun terakhir dirinya tidak lagi aktif secara langsung, tetapi tetap memberikan dukungan bagi perkembangan pencak silat nasional.

“Saya pun minta maaf berapa saat ini, bisa dikatakan sudah hampir 3 tahun saya tidak terlalu aktif di depan. Tapi saya mendukung selalu dari belakang. Apalagi sekarang presiden, saya kira pembinaan PB IPSI akan lebih dahsyat lagi,” ucapnya. 

Ia juga mengingatkan kepemimpinan di IPSI adalah bagian dari estafet perjuangan, sekaligus menyinggung sosok pendahulunya.

"Sebenarnya Ketua Umum PB IPSI itu adalah Pak Eddy Nalapraya. Saya hanya penggantinya. Saya tidak tahu pengganti saya siapa. Saudara yang akan putuskan"

Dalam refleksi pribadinya, Prabowo mengungkapkan kecintaannya terhadap pencak silat telah tumbuh sejak kecil, dipengaruhi oleh keluarga yang juga memiliki kedekatan dengan dunia pencak silat.

“Saya ingin sedikit nostalgia karena kakek saya salah satu juga Penggemar dan pendiri perguruan pencak silat di Madiun, Setia Hati. Itu tahun sebelum kemerdekaan,” ceritanya.

“Kemudian orang tua saya juga salah satu pembina Pengurus Besar IPSI cukup lama juga. Sehingga bagi saya, pencak silat adalah suatu panggilan sebagai anak bangsa,” lanjut Presiden.

Meski tak lagi menjabat, Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pencak silat. 

“Dengan jabatan atau pun tidak, seorang pendekar adalah sampai napas dia terakhir, dia pendekar,” katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena belum berhasil membawa pencak silat masuk Olimpiade, tetapk tetap optimistis hal itu dapat terwujud di masa mendatang.

“Banyak tugas PB IPSI ke depan. Saya minta maaf belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade. Kita terus berusaha. Saya yakin pengganti saya nanti akan akan berhasil membawa ke Olimpiade. Saya yakin,” tandasnya.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: