BNPB Laporkan Sejumlah Bencana Hidrometeorologi, Daerah Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan

Oleh: Panji Septo R
Minggu, 12 April 2026 | 15:27 WIB
BPBD diminta waspadai bencana hidrometeorologi (Foto/BNPB)
BPBD diminta waspadai bencana hidrometeorologi (Foto/BNPB)

BeritaNasional.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan penanganan bencana yang terjadi di berbagai wilayah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melaporkan cuaca ekstrem masih mendominasi kejadian bencana dalam 24 jam terakhir.

“Fenomena cuaca ekstrem seperti angin kencang dan banjir menjadi peristiwa bencana yang mendominasi di beberapa wilayah Indonesia pada periode pemantauan ini,” ujar Muhari dalam keterangan tertuli, Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan, bencana pertama dilaporkan dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ketika angin kencang merusak 18 rumah dan dua sekolah di Kecamatan Ciawi.

Pohon tumbang juga sempat menutup akses di Jl. Gagak Veteran 3. Di Subang, angin kencang pada Jumat (10/4) menyebabkan 144 rumah rusak dengan rincian rusak ringan, sedang, hingga berat.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Bandung dan merendam 693 rumah di Bojongsoang, Baleendah, dan Dayeuhkolot akibat hujan intensitas tinggi. Sebagian warga terpaksa mengungsi, sementara ribuan lainnya memilih bertahan.

Kejadian serupa dilaporkan di Kabupaten Boyolali dan Blora, Jawa Tengah, dengan total lebih dari 250 rumah terdampak serta satu korban meninggal dunia di Blora akibat tersetrum saat pembersihan pascabanjir.

Di Demak, angin kencang merusak 34 rumah. Wilayah Jawa Timur juga terdampak cuaca ekstrem, termasuk Kabupaten Lumajang dengan 32 rumah rusak dan Kabupaten Pacitan yang mencatat satu korban meninggal dunia tertimpa pohon tumbang.

Terkait kondisi cuaca tiga hari ke depan, Abdul Muhari menegaskan perlunya antisipasi.

“Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Indonesia pada 13–16 April 2026,” ujarnya.

Abdul Muhari mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk menjaga kebersihan saluran air dan mewaspadai retakan tanah di wilayah perbukitan.

“Kemudian menghindari area rawan saat angin kencang terjadi,” kata dia.

BNPB juga mendorong pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan personel, logistik, serta jalur evakuasi, sekaligus memperkuat sistem peringatan dini.

“Guna meminimalkan risiko dan dampak bencana di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung,” tutupnya.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: