Update Penanganan Bencana Minggu 28 Juni 2026, Krisis Air Bersih Landa Sejumlah Daerah

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Minggu, 28 Juni 2026 | 18:30 WIB
Warga Kabupaten Bekasi Jawa Barat mengantri untuk mendapatkan air bersih. (BeritaNasional/BNPB)
Warga Kabupaten Bekasi Jawa Barat mengantri untuk mendapatkan air bersih. (BeritaNasional/BNPB)

BeritaNasional.com -  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana hidrometeorologi basah maupun kering yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca masih menjadi fokus penanganan di sejumlah daerah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan kekeringan melanda Kabupaten Bekasi Jawa Barat, pada Sabtu (27/6/2026). Peristiwa ini dipicu oleh kondisi musim kemarau yang mengakibatkan berkurangnya debit sumber air bersih yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Peristiwa ini melanda Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, dan menyebabkan 160 kepala keluarga (KK) terdampak. Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Bekasi segera melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan aparat desa setempat guna melaksanakan pendistribusian air bersih kepada warga terdampak.

Selanjutnya, krisis air bersih terjadi di Kota Bima Nusa Tenggara Barat, akibat intensitas hujan yang sangat rendah dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut mengakibatkan berkurangnya ketersediaan debit sumber air bersih yang selama ini digunakan masyarakat. Kejadian ini dilaporkan pada Jumat (26/6).

"Peristiwa ini melanda Kelurahan Tanjung, Paruga, dan Pane di Kecamatan Rasanae Barat; Kelurahan Sambinae, Panggi, Manggemaci, dan Monggonao di Kecamatan Mpunda; Kelurahan Rontu di Kecamatan Raba; serta Kelurahan Melayu di Kecamatan Asakota," terangnya.

Kejadian ini berdampak pada sekitar 1.129 kepala keluarga (KK). Hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerugian materiil akibat kejadian tersebut. Sebagai upaya penanganan, BPBD Kota Bima segera melakukan asesmen dan koordinasi lintas instansi serta telah melaksanakan pendistribusian bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak sebanyak 70.000 liter.

Beralih ke Aceh, tanah longsor terjadi di Kota Sabang pada Sabtu (27/6) pukul 18.00 WIB. Peristiwa ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan dengan durasi yang cukup lama.

Wilayah terdampak berada di Desa Kuta Timur, Kecamatan Sukakarya. Berdasarkan data yang diterima BNPB, satu warga dilaporkan mengalami luka berat dan telah dirujuk ke Banda Aceh, dua warga mengalami luka ringan dan masih dirawat di RSUD Kota Sabang, sementara dua kepala keluarga (KK) mengungsi.

"Sebagai upaya penanganan, BPBD Kota Sabang melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk melakukan evakuasi korban. Berdasarkan laporan terkini, petugas gabungan bersama warga setempat bergotong royong melakukan pembersihan material longsor," jelasnya 

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan melanda Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Jumat (26/6) sekitar pukul 18.19 WIB. Kejadian tersebut mengakibatkan sekitar satu hektare lahan terdampak. Penyebab kejadian masih dalam proses penyelidikan.

Peristiwa ini terjadi di Desa Padang, Kecamatan Manggar. Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Belitung Timur segera mengerahkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi terdampak serta memastikan situasi telah aman dan kondusif.

"Kami mengimbau pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk kekeringan, yang dapat terjadi seiring dinamika kondisi cuaca dan musim," pintanya.

Masyarakat diharapkan senantiasa memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang, menggunakan air secara bijak di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan potensi bahaya atau kondisi darurat. Kesiapsiagaan dan partisipasi seluruh pihak menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: