Jawab Kekhawatiran Publik, Oditur Militer Janji Transparansi Penanganan Kasus Andrie Yunus

Oleh: Panji Septo R
Minggu, 12 April 2026 | 15:21 WIB
Kasus Andrie Yunus (Foto/Ist)
Kasus Andrie Yunus (Foto/Ist)

BeritaNasional.com - Oditur Militer Jakarta merespons kekhawatiran publik terkait transparansi proses hukum dalam perkara eror penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Oditur Militer Kolonel Chk Andri Wijaya memastikan institusinya tetap membuka diri pada informasi dan masukan publik sesuai koridor hukum meski seluruhnya ditangani di peradilan militer.

“Oditur Militer Jakarta akan terus transparan dalam melakukan penuntutan, mempertimbangkan aspek kepastian hukum, keadilan dan akuntable,” ujar Andri kepada wartawan via WhatsApp, Minggu (12/4/2026).

“Dengan cara senantiasa terbuka terhadap perkembangan informasi dan masukan dari publik,” tambahnya.

Meski memberikan penegaskan terhadap keterbukaan, Andri mengatakan pihaknya akan tetap mengikuti batas aturan perundang-undangan.

“Sepanjang tidak bertentangan dengan mekanisme UU Peradilan Militer maupun ketentuan hukum lainnya,” ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini penyidik Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses penyidikan kasus teror penyiraman air keras yang melibatkan empat prajurit Denma BAIS TNI.

Sehingga saat ini Otmil II-07 Jakarta masih melakukan pemeriksaan kelengkapan berkas syarat formil dan materil terhadap empat tersangka berinisial SL (Lettu), NDP (Kapten), BHW (Lettu), dan ES (Serda).

Sementara itu, Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) telah melaporkan kasus ini diwakili pelapor Gema Gita Persada terdaftar nomor LP/B/136/IV/2026/SPKT/Bareskrim Polri pada Rabu (8/4/2026).

Laporan itu menyertakan dugaan tindak pidana sesuai Pasal 459 juncto Pasal 17 dan/atau Pasal 469 ayat (1) juncto Pasal 470 KUHP tentang percobaan pembunuhan berencana atau penganiayaan berat, serta Pasal 601 dan Pasal 602 juncto Pasal 612 KUHP tentang tindak pidana terorisme.

“Dari awal juga kami merasa janggal karena empat pelaku dari pihak TNI tidak pernah dimunculkan ke publik, tidak pernah dirilis mukanya, identitas, dan lain sebagainya, namanya,” kata Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya.

 

 

 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: