Mendagri Minta Perpanjangan Dana Otsus Aceh, Pemulihan Bencana Butuh Waktu 3 Tahun
BeritaNasional.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengusulkan agar dana otonomi khusus (otsus) Aceh diperpanjang untuk memulihkan bencana Aceh yang membutuhkan waktu 3 tahun.
Hal itu diusulkan Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI lantaran dana otsus Aceh akan berakhir pada 2027.
Ia menjelaskan, aspirasi terkait perpanjangan dana otsus juga disampaikan langsung pemerintah daerah Aceh yang menilai kondisi sosial ekonomi mereka masih tertinggal.
“Karena tingkat kemiskinan masih tinggi di atas nasional dan Sumatera, pengangguran juga tinggi," ujar Tito di kompleks parlemen, Senayan, Senin (13/4/2026).
"Meskipun IPM membaik tapi di bawah nasional, masih perlu, mereka masih memerlukan dana otonomi khusus,” tambahnya.
Tito mengatakan, Aceh berharap skema pendanaan otsus dapat mengikuti pola yang berlaku di Papua.
Ia menilai kebutuhan perpanjangan otsus makin relevan karena sejumlah wilayah Aceh terus terdampak bencana berulang.
“Meskipun di tengah-tengah perbaikan dari berbagai sekolah yang rusak, lumpur dan lain-lain, bahwa enggak mudah karena bulan lalu juga banjir lagi," tuturnya.
"Yang sudah dibersihkan di Pidie Jaya banjir lagi. Di Tapanuli Tengah sudah bersih banjir lagi, kemudian mengungsi lagi,” kata dia.
Menurut Tito, curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir juga memicu longsor dan banjir baru.
“Dan kemarin minggu lalu Aceh Tengah hujan lebat, jalan-jalan longsor lagi, jembatan juga banyak yang ada beberapa yang kemudian terseret lagi ini," ucapnya.
Tito juga bercerira soal Pidie Jaya kembali mengalami banjir dan mengakubatkan endapat lumpur setinggi 50-80 cm di wilayah itu meski sudah dilakukan perbaikan.
Ia menegaskan, kerusakan infrastruktur yang kembali terjadi membuat masa pemulihan semakin panjang.
Mendagri memperkirakan waktu pemulihan penuh tidak bisa berlangsung cepat karena skala kerusakan yang besar.
“Tapi jujur bahwa apa untuk melakukan pemulihan ini paling cepat menurut saya adalah tiga tahun," ujarnya.
"Karena jumlah jembatan yang harus dipermanenkan, jalan-jalan yang harus dipermanenkan yang sementara, kemudian juga fasilitas pendidikan jumlahnya lebih dari 4.000 yang terdampak,” ucapnya.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu







