Indonesia-China Kerja Sama Perangi Kemiskinan
BeritaNasional.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memperkuat kerja sama dengan China dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Ini dilakukan dengan mengadopsi praktik terbaik berbasis industrialisasi dan hilirisasi yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara usai melalukan pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) China untuk Indonesia Wang Lutong di Jakarta, menyampaikan penguatan kerja sama itu merupakan implementasi arahan Presiden untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.
Menurut Iftitah, pihaknya telah mempelajari langsung keberhasilan China dalam mengelola program transmigrasi dan pengentasan kemiskinan.
Salah satu contoh yang disoroti adalah relokasi jutaan penduduk yang beriringan dengan pembangunan infrastruktur industrialisasi dan hilirisasi.
“Kami menyaksikan sendiri bagaimana proses transmigrasi yang ada di Tiongkok, bagaimana mereka itu memindahkan lebih dari 9 juta jiwa karena adanya pembangunan pembangkit listrik tenaga air, membangun bendungan besar di sana, terus kemudian bagaimana mereka juga ikut memberdayakan masyarakat," katanya.
"Sehingga melalui industrialisasi dan hilirisasi terbuka lebih banyak lapangan kerja, kemudian kemiskinan hilang dan tingkat pendapatan masyarakat meningkat bahkan berkali-kali lipat,” kata dia.
Model tersebut akan diadaptasi di 154 kawasan transmigrasi di Indonesia, serta dalam waktu dekat, pemerintah juga akan mengirim tim ahli ke China untuk memperdalam pembelajaran.
“Dalam waktu dekat, Pemerintah Tiongkok mengundang Kementerian Transmigrasi untuk mengirim para ahli, satu terdiri dari pegawai Kementerian Transmigrasi, kemudian yang kedua itu adalah dari para akademisi di 10 top universitas di Indonesia," ujarnya.
10 top universitas itu adalah Universitas Indonesia (UI), IPB University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).
Sumber: Antara

GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







