Marketing 7.0 Hadir di Indonesia, Soroti Perubahan Cara Brand Memahami Konsumen di Era AI
BeritaNasional.com - Di tengah derasnya arus konten digital dan semakin canggihnya algoritma, banyak merek justru menghadapi tantangan baru: terlihat di layar, tetapi gagal membangun koneksi. Konsumen datang, mengklik, lalu pergi tanpa keterikatan emosional yang berarti.
Fenomena ini menjadi titik awal lahirnya Marketing 7.0, fase terbaru dalam evolusi pemasaran yang menempatkan cara berpikir manusia sebagai pusat strategi.
Konsep tersebut dirangkum dalam buku Marketing 7.0: A Guide for Thinking Marketers in the Age of AI karya Philip Kotler bersama Hermawan Kartajaya dan Iwan Setiawan.
Setelah rilis global di Amerika Serikat pada 7 April 2026, buku ini akan diperkenalkan lebih dekat ke publik Indonesia melalui ajang The 11th WOW Brand 2026 pada 16 April 2026 di Jakarta.
Branding di Era AI: Kembali ke Cara Berpikir Manusia
Peluncuran Marketing 7.0 menjadi salah satu sorotan utama dalam WOW Brand 2026 yang tahun ini mengangkat tema “Branding in the Age of AI”. Forum ini menyoroti paradoks besar dalam dunia pemasaran modern: teknologi semakin maju, tetapi konsumen justru semakin mencari sentuhan manusia.
Jika Marketing 5.0 menekankan pemanfaatan AI, IoT, dan big data, serta Marketing 6.0 fokus pada pengalaman imersif, maka Marketing 7.0 bergerak lebih dalam dengan menyoroti dimensi kognitif manusia. Brand dituntut memahami cara konsumen berpikir, merasakan, dan mengambil keputusan di tengah dominasi kecerdasan buatan.
Perubahan ini menandai pergeseran dari pendekatan berbasis data semata menuju mind-centric marketing. Konsumen tidak lagi dipandang sebagai target pasar, melainkan individu dengan emosi, bias, dan pola pikir yang berbeda-beda.
Marketing 7.0 juga memperkenalkan sejumlah konsep kunci, seperti cognitive mapping untuk memetakan cara konsumen memproses informasi, serta cognitive compass sebagai panduan brand dalam membaca perilaku konsumen modern.
Ada pula konsep augmented human, yang menggambarkan manusia yang hidup berdampingan dengan teknologi, namun tetap mencari makna dan keaslian dalam setiap interaksi.
Menurut Iwan Setiawan, di era AI saat ini, pemasar justru berisiko kehilangan kemampuan berpikir karena terlalu bergantung pada teknologi. Marketing 7.0 hadir sebagai pengingat bahwa keunggulan utama manusia tetap pada kemampuannya memahami manusia lain.
“Teknologi mungkin lebih cepat dan efisien, tetapi empati, intuisi, dan pemahaman mendalam terhadap perilaku manusia tetap menjadi diferensiasi utama,” demikian semangat yang ditekankan dalam konsep tersebut.
Gagasan Marketing 7.0 sejalan dengan tema WOW Brand 2026 yang membahas paradoks branding di era AI. Di satu sisi, brand dituntut semakin cepat dan efisien berkat teknologi. Namun di sisi lain, konsumen justru menginginkan interaksi yang lebih hangat, personal, dan autentik.
Sejumlah tokoh industri akan hadir dalam rangkaian diskusi, mulai dari sektor perbankan, telekomunikasi, hingga industri F&B. Mereka akan membahas bagaimana brand tetap relevan di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin kompleks.
Sesi pembuka akan diisi oleh Iwan Setiawan yang juga COO MCorp, membahas inti pemikiran Marketing 7.0. Diskusi kemudian berlanjut pada tema humanisasi brand bersama perwakilan dari Pegadaian, Link Group, dan BCA.
Sementara itu, sesi lain akan membahas pemanfaatan teknologi dan data dalam memperkuat strategi pemasaran, menghadirkan pelaku industri dari Telkomsel, Le Minerale, hingga Kopi Kenangan.
Penutup acara akan diisi oleh Hermawan Kartajaya yang memberikan pandangan strategis mengenai arah masa depan pemasaran di tengah percepatan teknologi.
Selain diskusi, WOW Brand 2026 juga akan mengumumkan hasil riset nasional WOW Brand Survey yang melibatkan responden dari berbagai daerah di Indonesia. Survei ini mengidentifikasi 300 brand dengan tingkat advokasi tertinggi di berbagai kategori industri.
Selama lima tahun terakhir, ajang ini telah menjadi ruang temu bagi ribuan peserta, puluhan pembicara, serta pelaku industri kreatif dan media.
WOW Brand 2026 dijadwalkan berlangsung pada 16 April 2026 di The Ballroom, Djakarta Theater, Jakarta.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







