Setelah Venezuela dan Iran, Donald Trump Isyaratkan Kuba Jadi Target AS Berikutnya
BeritaNasional.com - Belum usai ketegangan di Timur Tengah dan Amerika Selatan (AS), Presiden Donald Trump kembali melontarkan ancaman serius.
Trump memberikan sinyal kuat bahwa Kuba akan menjadi target Washington selanjutnya setelah rentetan operasi militer yang dilakukan AS terhadap Venezuela dan Iran.
Pernyataan ini disampaikan Trump kepada para awak media di Gedung Putih pada Senin (13/4/2026) waktu setempat.
Dalam keterangannya, ia merujuk pada konflik bersenjata antara AS-Israel melawan Iran yang telah berkecamuk sejak akhir Februari lalu.
"Kita mungkin akan 'mampir' ke Kuba setelah kita menyelesaikan urusan ini (Iran)," ujar Trump yang dikutip dari Xinhua News pada Selasa (14/4/2026).
Kuba sebagai Negara Gagal
Tak hanya mengancam akan melakukan intervensi, Trump juga kembali melabeli Kuba sebagai negara yang gagal. Ia memprediksi pemerintahan di Havana akan segera runtuh dalam waktu dekat.
Menariknya, ini bukan pertama kalinya Trump memberikan bocoran mengenai rencana luar negerinya. Dalam sebuah forum investasi di Florida akhir bulan lalu, ia sempat melontarkan candaan sarkas yang penuh peringatan.
"Omong-omong, Kuba akan menjadi negara berikutnya, tapi anggap saja saya tidak mengatakan itu," kata Trump di hadapan para investor.
Dampak Krisis Energi di Kuba
Situasi di Kuba sendiri saat ini sedang berada di titik nadir. Negara cerutu tersebut tengah didera krisis ekonomi dan energi yang sangat parah.
Kondisi ini merupakan imbas langsung dari agresi militer AS ke Venezuela pada awal Januari lalu yang berakhir dengan penangkapan paksa Presiden Nicolas Maduro.
Operasi militer AS di Caracas tersebut melumpuhkan jalur pasokan minyak utama bagi Kuba yang selama ini bergantung pada Venezuela dan Meksiko.
Dengan terputusnya aliran energi ini, stabilitas dalam negeri Kuba kian goyah, yang tampaknya mulai dimanfaatkan oleh Washington untuk memperketat tekanan politiknya.
Sumber: Xinhua News
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







