Kondisi Darurat di Lebanon Selatan, Rumah Sakit Kewalahan Tangani Korban
BeritaNasional.com - Situasi kemanusiaan di wilayah selatan Lebanon kembali menjadi sorotan setelah laporan tenaga medis menyebutkan meningkatnya korban sipil akibat serangan yang terjadi hampir setiap hari.
Kondisi di lapangan digambarkan sangat memprihatinkan, terutama bagi anak-anak yang menjadi korban luka parah akibat ledakan dan reruntuhan bangunan.
Seorang tenaga medis dari organisasi kemanusiaan Doctors Without Borders (MSF), Thienminh Dinh, mengungkapkan bahwa rumah sakit kewalahan menangani jumlah korban yang terus berdatangan. Dalam keterangannya kepada Al Jazeera di kota Tyre, ia menyebut situasi yang dihadapi nyaris tanpa jeda.
“Dalam 24 jam terakhir, kami mengalami begitu banyak amputasi traumatis hingga kehabisan tourniquet arteri,” ujarnya, seperti dikutip dari aljazeera, Rabu (15/4/2026).
Kondisi semakin tragis ketika sejumlah warga yang sempat mengungsi mencoba kembali ke rumah mereka setelah adanya kabar gencatan senjata. Namun harapan itu berubah menjadi duka ketika serangan kembali terjadi di area permukiman.
Dinh menceritakan salah satu insiden yang menimpa seorang anak perempuan berusia tujuh tahun. Menurutnya, keluarga korban kembali ke rumah dengan keyakinan situasi sudah aman, tetapi justru menjadi sasaran serangan dalam hitungan jam.
“Di Minggu yang sama, kami menangani anak-anak yang mengalami luka sangat parah, termasuk usus mereka yang keluar akibat serpihan,” kata Dinh.
Ia menambahkan bahwa kondisi korban anak-anak tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis yang mendalam. Banyak dari mereka kehilangan rumah, anggota keluarga, hingga masa kecil mereka dalam sekejap.
“Di samping luka fisik, ada trauma psikologis yang sangat dalam akibat kehilangan rumah, kehilangan keluarga, dan harus mengungsi,” jelasnya.
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






