Dikritik Trump, Paus Leo Suarakan Pesan Damai dan Toleransi
BeritaNasional.com - Di tengah kritikan yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Paus Leo XIV tetap teguh menyuarakan pesan perdamaian dunia.
Dalam kunjungan apostoliknya ke Kamerun pada Rabu (15/4/2026), pemimpin Gereja Katolik sedunia ini menegaskan pentingnya hidup berdampingan di tengah keberagaman.
"Meskipun kita memiliki keyakinan, cara beribadah, dan gaya hidup yang berbeda, kita semua tetap bisa hidup bersama dalam damai," ujar Paus Leo yang dikutip dari Reuters pada Rabu (15/4/2026).
Pesan ini disampaikan sebagai refleksi atas kunjungannya di Aljazair, sebuah negara dengan mayoritas Muslim di mana umat Katolik merupakan minoritas.
Menurut Paus, mempromosikan citra toleransi seperti itu adalah hal yang sangat dibutuhkan dunia saat ini.
Ketegangan dengan Trump dan Vance
Kunjungan Paus ke Afrika kali ini dibayangi oleh ketegangan politik dengan Washington. Donald Trump kembali menyerang Paus Leo melalui media sosial untuk kedua kalinya dalam pekan ini.
Trump menyebut sang Paus dengan sebutan mengerikan, sebuah pernyataan yang memicu kecaman luas dari berbagai spektrum politik umat Kristen di Amerika Serikat.
Tak hanya Trump, Wakil Presiden JD Vance juga turut berkomentar dengan menyarankan agar Paus lebih berhati-hati saat berbicara mengenai masalah teologi, terutama yang berkaitan dengan konflik internasional.
Meski demikian, Paus Leo memilih tidak menanggapi serangan personal tersebut secara spesifik. Ia justru merujuk pada pemikiran Santo Agustinus dari Hippo tentang visi persatuan antarbangsa tanpa memandang perbedaan yang ada.
Misi Perdamaian di Kamerun
Setibanya di Bandara Yaounde, Paus disambut hangat oleh Perdana Menteri Joseph Dion Ngute dan kerumunan warga yang antusias.
Agenda utama Paus di Kamerun adalah bertemu dengan Presiden Paul Biya serta melakukan perjalanan ke wilayah yang tengah dilanda konflik separatis.
Paus Leo diharapkan dapat mendorong diakhirinya kekerasan di wilayah berbahasa Inggris di negara tersebut.
Sebagai bentuk penghormatan atas kunjungan ini, aliansi kelompok separatis bahkan telah menjanjikan "jalur perjalanan aman" selama tiga hari agar warga dan pengunjung dapat bergerak bebas selama Paus berada di sana.
Sejak menjabat hampir satu tahun lalu, Paus Leo semakin vokal dalam mengkritik eskalasi perang, termasuk konflik antara AS-Israel dengan Iran.
Sumber: Reuters
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







