Bulog Siap Bangun 3 Gudang di Natuna

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Kamis, 16 April 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi gudang beras  (Foto/Freepik)
Ilustrasi gudang beras (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Perum Bulog akan mulai membangun tiga gudang di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada September 2026 untuk mengamankan stok pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di daerah.

Pemimpin Perum Bulog Riau dan Kepulauan Riau Dani Satrio mengatakan, saat ini proses pembangunan masih berada pada tahap persiapan administrasi. Gudang yang akan dibangun memiliki kapasitas 1.000 ton, serta dilengkapi dengan fasilitas perkantoran dan rumah dinas.

Menurut dia, pembangunan itu dapat terlaksana berkat keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna dalam menyiapkan lahan, sebagai bagian dari dukungan terhadap program pembangunan infrastruktur pascapanen yang dijalankan oleh Perum Bulog.

Dalam program tersebut, Perum Bulog membuka kesempatan bagi daerah untuk mengusulkan pembangunan gudang melalui pengajuan proposal lengkap dengan lokasi lahan. 

Pemkab Natuna kemudian memanfaatkan peluang tersebut dengan mengusulkan tiga titik lokasi, yang setelah diverifikasi dinyatakan layak untuk dibangun.

“Prosesnya saat ini masih di kantor pusat. Diperkirakan pada Agustus administrasi selesai, dan peletakan batu pertama kemungkinan dilakukan pada September,” ujar dia.

Ia mengatakan, tiga gudang tersebut akan dibangun di Pulau Laut, Pulau Serasan sebagai pulau terluar, serta Pulau Midai sebagai pulau penyangga.

Pembangunan gudang ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat terhadap kebutuhan pangan, sekaligus mempermudah pemerintah dalam mendistribusikan pangan, terutama saat kondisi cuaca tidak bersahabat.

Ia menambahkan, sebagai wilayah kepulauan, distribusi pangan di Natuna sering terkendala cuaca ekstrem seperti gelombang tinggi dan angin kencang.

“Dengan adanya gudang di tiga titik ini, diharapkan keterlambatan distribusi pangan bisa diminimalkan,” katanya.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: