Hindari Elpiji Palsu, Masyarakat Diminta Beli di Agen Resmi
BeritaNasional.com - Masyarakat diminta membeli elpiji subsidi 3 kilogram di pangkalan agen resmi dengan plang hijau.
"Mengimbau masyarakat untuk membeli gas elpiji 3 kilogram hanya di pangkalan resmi atau agen resmi dengan plang warna hijau, jadi kalau di luar itu berarti ilegal," kata Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Freddy Anwar di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Ia meminta masyarakat memastikan elpiji dalam kondisi tersegel sesuai dengan ketentuan yang ada.
Jika elpiji tersebut tidak memiliki segel, Freddy memastikan produk tersebut ilegal bukan berasal dari Pertamina.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan indikasi penyalahgunaan elpiji subsidi ini kepada aparat penegak hukum maupun melalui saluran resmi Pertamina.
Masyarakat dapat memanfaatkan kanal pusat kontak Pertamina 134 untuk melaporkan indikasi kecurangan atau penyalahgunaan elpiji lainnya yang akan ditindaklanjuti bersama pihak kepolisian.
Ia juga masyarakat untuk bijak menggunakan elpiji dan membeli sesuai kebutuhan.
Pernyataan ini disampaikan Freddy merespon terungkapnya elpiji palsu yang beredar di masyarakat. (Antara)
Ia mengapresiasi langkah cepat dan tegas dari Polri, khususnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya yang dengan cepat mengungkap dugaan tindak pidana penyalahgunaan elpiji subsidi di enam lokasi.
"Pertamina Patra Niaga mendukung penuh kegiatan proses penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik ilegal ini," katanya.
Freddy menilai tindakan pengoplosan elpiji tersebut merugikan Negara, mengganggu distribusi elpiji subsidi dan berdampak langsung terhadap masyarakat yang berhak.
"Bagaimanapun Presiden Prabowo dalam Astacitanya sudah menyampaikan kita semua bisa memastikan energi ada di masyarakat dan tentunya juga yang subsidi sesuai dengan peruntukannya," kata Fred
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






