Waspada Hacker Sebar Game Palsu di Steam untuk Kuras Dompet Kripto Korban, FBI Turun Tangan

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:00 WIB
Ilustrasi FBI. (Foto/Freepik)
Ilustrasi FBI. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Jagat dunia maya, khususnya para gamer dan investor kripto, sedang dihebohkan oleh modus penipuan baru. 

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) baru meringkus seorang pemuda asal Florida bernama Zyaire Wilkins (21). 

Mahasiswa ini dituduh menjadi otak di balik penyebaran game PC palsu yang disisipi malware jahat di platform populer Steam.

Bukannya memberikan hiburan, game-game tiruan tersebut justru dirancang untuk menginfeksi komputer, mencuri kata sandi, hingga menguras habis isi dompet kripto para korbannya.

Ribuan Gamer Jadi Korban, Kerugian Capai Ratusan Ribu Dolar

Dalam menjalankan aksinya selama dua tahun terakhir, Wilkins tidak sendirian. Kejaksaan AS menyebutkan bahwa Wilkins bekerja sama dengan sejumlah kaki tangannya yang saat ini masih buron.

Mereka nekat merilis beberapa judul game berbahaya di Steam, seperti BlockBlasters, Dashverse, Lampy, Lunara, dan PirateFi.

Agar terlihat meyakinkan, game ini benar-benar bisa diunduh dan dimainkan seperti biasa oleh korban.

Untuk menjaring target, komplotan ini gencar mempromosikan game mereka lewat media sosial seperti Discord, LinkedIn, hingga Telegram.

Taktik ini terbukti ampuh menjaring sekitar 8.000 korban, di mana 80 dompet kripto berhasil dibobol dengan total kerugian mencapai minimal USD 220 ribu.

Terbongkar Gara-Gara Uber Eats

Pelacakan kasus ini terbilang unik. Setelah FBI menginterogasi salah satu kaki tangan pelaku yang mengaku mendapat bagian dari hasil curian untuk modal pemasaran, agen federal mulai melacak aliran dana kripto tersebut.

Ternyata, uang kripto hasil curian itu digunakan untuk membeli kartu hadiah (gift card), salah satunya adalah layanan Uber Eats.

Dari data pemesanan makanan tersebut, FBI berhasil melacak alamat pengiriman yang merujuk langsung ke Wilkins, yang di dunia maya kerap menggunakan nama samaran Sibel.eth.

FBI bergerak cepat melakukan penggeledahan di rumah Wilkins dan menyita sejumlah barang bukti berupa MacBook, ponsel, perangkat elektronik lainnya, serta dompet digital miliknya. 

Saat ditangkap, Wilkins memilih untuk bungkam dan menolak menjawab pertanyaan penyidik. Pihak pengacaranya pun belum memberikan komentar resmi.

Langkah Tegas Valve dan Imbauan FBI

Merespons ancaman ini, Valve selaku pemilik platform Steam bertindak tegas dengan menghapus game-game bermasalah tersebut, termasuk PirateFi.

Sejak Maret lalu, FBI sebenarnya sudah mencium peretasan bermodus game ini dan meminta masyarakat yang merasa pernah mengunduh judul-judul game di atas untuk segera melapor guna membantu proses penyelidikan lebih lanjut.

Sumber: TechCrunchsinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: