Hacker Iran Meretas Infrastruktur Vital AS, FBI dan CISA Langsung Bertindak

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 08 April 2026 | 14:30 WIB
Hacker  (Foto/Pixabay)
Hacker (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan darurat terkait peningkatan serangan siber dari peretas yang didukung pemerintah Iran. 

Dilansir dari TechCrunch pada Rabu (8/4/2026), serangan ini dinilai semakin agresif dengan menargetkan infrastruktur penting guna memicu gangguan operasional dan kerugian finansial di wilayah AS.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Selasa (7/4/2026) waktu setempat, empat lembaga besar seperti FBI, NSA, CISA, dan Departemen Energi AS mengonfirmasi bahwa aktor siber Iran telah mengeksploitasi sistem yang terhubung ke internet di berbagai sektor strategis.

Infrastruktur Sipil Jadi Sasaran

Para peretas diketahui membidik sistem kendali industri yang sangat krusial, antara lain fasilitas pembangkit dan distribusi listrik, sistem pengolahan air bersih dan pembuangan limbah, serta fasilitas publik dan layanan administrasi lokal.

Secara teknis, peretas menargetkan Programmable Logic Controllers (PLC) dan sistem SCADA. 

Dengan menguasai perangkat ini, mereka mampu memanipulasi data yang ditampilkan hingga mengubah konfigurasi file proyek yang mengatur cara kerja mesin-mesin industri secara jahat.

Lembaga intelijen AS menilai peningkatan taktik siber ini merupakan respons langsung terhadap konflik bersenjata antara AS-Israel dengan Iran yang pecah sejak 28 Februari lalu.

Situasi semakin memanas setelah Presiden Donald Trump melontarkan ancaman keras di media sosial terkait penutupan Selat Hormuz.

"Seluruh peradaban akan mati malam ini," tulis Trump dalam unggahan di media sosialnya, Truth Social beberapa waktu lalu.

Rekam Jejak Kelompok Handala

Nama kelompok peretas Handala disebut-sebut berada di balik rentetan serangan siber tingkat tinggi belakangan ini. Beberapa aksi mereka yang paling menonjol meliputi:

  • Pelumpuhan Medis: Menembus sistem perusahaan teknologi medis raksasa, Stryker, dan menghapus data ribuan perangkat karyawan secara jarak jauh.
  • Kebocoran Data Pejabat: FBI menyalahkan Handala atas kebocoran isi email pribadi Direktur FBI, Kash Patel.
  • Serangan Fisik & Digital: Selain peretasan, Iran juga dilaporkan menyerang pusat data milik AS di kawasan Timur Tengah dengan rudal, yang mengakibatkan gangguan pada layanan cloud computing regional.

Pemerintah AS mendesak seluruh pengelola infrastruktur penting untuk segera memperkuat keamanan siber mereka. Penggunaan sistem yang terhubung langsung ke internet publik tanpa proteksi ketat kini menjadi risiko keamanan nasional yang sangat tinggi di tengah ancaman sabotase digital ini.

Sumber: TechCrunchsinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: