Israel Setujui Gencatan Senjata, Pasukan Tetap di Lebanon Selatan

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 17 April 2026 | 09:03 WIB
Ilustrasi gencatan senjata Israel-Lebanon. (Foto/Gemini AI)/
Ilustrasi gencatan senjata Israel-Lebanon. (Foto/Gemini AI)/

BeritaNasional.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan telah menyetujui gencatan senjata sementara selama 10 hari dengan Lebanon, namun menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di wilayah Lebanon selatan.

Netanyahu menyebut jeda tersebut sebagai peluang untuk mendorong tercapainya kesepakatan yang tengah dibahas dalam perundingan di Washington. Ia juga menilai momentum ini dapat membuka jalan menuju perdamaian yang lebih luas antara kedua pihak.

“Kita memiliki kesempatan untuk mencapai kesepakatan perdamaian bersejarah dengan Lebanon,” katanya dikutip dari NBC News, Jumat (17/4/2026).

Meski menyetujui gencatan senjata, Netanyahu menegaskan bahwa Israel tetap menuntut pelucutan senjata Hezbollah. Ia juga menolak tuntutan agar pasukan Israel ditarik sepenuhnya dari wilayah Lebanon.

“Kami tetap berada di Lebanon dalam zona keamanan yang diperluas,” katanya, seraya menambahkan bahwa langkah tersebut diperlukan untuk mencegah potensi ancaman serangan terhadap Israel.

Di sisi lain, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyambut baik pengumuman gencatan senjata tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah Lebanon sejak awal telah mengupayakan penghentian konflik.

“Sambil mengucapkan selamat kepada seluruh warga Lebanon atas pencapaian ini, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para martir yang gugur, dan saya menyatakan solidaritas saya kepada mereka, kepada para korban luka, dan kepada warga yang terpaksa mengungsi dari kota dan desa mereka. Saya sangat berharap mereka dapat kembali sesegera mungkin,” kata Salam dalam pernyataannya.

Salam juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak internasional dalam mendorong tercapainya gencatan senjata, termasuk Amerika Serikat, Prancis, negara-negara Uni Eropa, serta sejumlah negara Arab seperti Arab Saudi, Mesir, Qatar, dan Yordania.

Kesepakatan gencatan senjata ini diharapkan menjadi langkah awal menuju stabilitas di kawasan, meskipun sejumlah perbedaan mendasar antara kedua pihak masih menjadi tantangan dalam proses negosiasi ke depan.

Sumber: NBC Newssinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: