Lebanon Terus Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 18 April 2026 | 13:29 WIB
Ilustrasi gencatan senjata Israel-Lebanon. (Foto/Gemini AI)
Ilustrasi gencatan senjata Israel-Lebanon. (Foto/Gemini AI)

BeritaNasional.com - Di tengah gencatan senjata dengan Israel, Menteri Luar Negeri (Menlu) Lebanon Youssef Raggi menyampaikan bahwa negaranya terus berupaya mencapai gencatan senjata permanen dengan Israel melalui negosiasi untuk memulihkan stabilitas.

"Gencatan senjata yang langgeng juga ditujukan untuk menjamin keamanan penarikan pasukan Israel, memperluas otoritas Lebanon di seluruh wilayahnya, serta kendali eksklusif atas senjata oleh negara," ujar Raggi dalam pertemuan dengan Menlu Portugal Paulo Rangel di Beirut pada Jumat (17/4/2026) waktu setempat. 

Raggi juga menekankan perlunya dukungan internasional yang berkelanjutan, khususnya dari negara-negara Eropa, agar tentara Lebanon dapat memperkuat kemampuannya dan menjaga keamanan serta stabilitas.

Rangel menegaskan dukungan penuh Portugal untuk kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, serta menyambut baik gencatan senjata serta jalur negosiasi yang akan ditempuh Beirut.

Menurut Raggi, proses tersebut merupakan kesempatan untuk mencapai solusi komprehensif dan berkelanjutan guna meningkatkan stabilitas dan mengakhiri konflik.

Sebelumnya, pada Kamis (16/4/2026), Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel.

Selama perang yang dipicu serangan Israel sejak Oktober 2023, pemerintah Lebanon mencatat, lebih dari 2.196 korban tewas dan 7.185 orang luka-luka selama 45 hari serangan Israel di Lebanon, dengan lebih dari sejuta orang mengungsi.

Meskipun gencatan senjata telah diumumkan pada November 2024, Israel terus melanggarnya setiap hari sebelum memperluas serangannya pada 2 Maret. Dan perang terus berlangsung hingga pengumuman gencatan senjata pada 16 April 2026. 

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: