Lumpuhkan Ekspor Minyak Moskow, Ukraina Picu Amarah Rusia
BeritaNasional.com - Serangan drone jarak jauh Ukraina yang kian intens dalam dua minggu terakhir telah melumpuhkan sebagian besar infrastruktur minyak dan gas Rusia.
Situasi ini memicu reaksi keras dari Kremlin yang kini secara terang-terangan mengancam negara-negara Eropa agar berhenti mendanai produksi senjata Kyiv.
Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu pekan ini mengeluarkan peringatan dukungan Eropa terhadap teknologi drone Ukraina adalah langkah yang "sengaja memicu eskalasi".
Rusia bahkan mengambil langkah ekstrem dengan menerbitkan daftar alamat perusahaan pertahanan Eropa yang terlibat dalam produksi senjata bersama Ukraina.
Wakil kKpala Dewan Keamanan Nasional Rusia Dmitry Medvedev mempertegas ancaman tersebut dengan menyebut daftar perusahaan itu sebagai "target potensial bagi angkatan bersenjata Rusia."
Eropa Tak Gentar, Investasi Drone Terus Mengalir
Ancaman Moskow muncul setelah Ukraina mengamankan serangkaian kesepakatan besar dengan negara-negara Eropa pekan ini.
Jerman menyetujui investasi sebesar 300 juta euro untuk kemampuan serangan jarak jauh dan pengadaan 5.000 drone serang jarak menengah.
Lalu, Norwegia menandatangani perjanjian produksi drone bersama dan menyumbangkan dana sebesar 560 juta euro.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia kini bukan lagi hal yang luar biasa.
"Industri pertahanan kita telah tumbuh lebih dari 50 kali lipat sejak awal invasi," ungkapnya yang dikutip dari Al Jazeera pada Sabtu (18/4/2026).
Meskipun perusahaan energi Rusia seperti Gazprom sempat meraup keuntungan besar akibat kenaikan harga minyak global, sebagian besar "uang haram" tersebut kini lenyap.
Laporan Reuters menyebutkan bahwa Rusia kehilangan sekitar 40 persen dari potensi keuntungan ekspor minyaknya.
Ukraina berhasil menghancurkan kemampuan ekspor setidaknya 2 juta barel minyak per hari. Serangan ini menargetkan segala aspek infrastruktur energi Rusia, mulai dari anjungan pengeboran di Laut Kaspia hingga stasiun pemompaan di Krasnodar Krai.
Dampak Kerusakan
Sepanjang akhir Maret hingga awal April, infrastruktur minyak Rusia mengalami kerusakan terparah:
Pelabuhan Primorsk & Ust-Luga: Kehilangan hingga 30-40 persen fasilitas penyimpanannya. Pengiriman minyak dari kedua pelabuhan vital di Laut Baltik ini merosot tajam dari rata-rata 50 kapal per minggu menjadi hanya sesekali.
Terminal Laut Hitam: Fasilitas di Sheskharis dan kilang di Tuapse menjadi korban kebakaran besar yang dikonfirmasi melalui citra satelit.
Kerugian material diperkirakan minyak senilai $200 juta hangus terbakar hanya dalam satu serangan di Primorsk.
Lembaga Institute for the Study of War (ISW) mencatat Rusia tampaknya gagal mengembangkan sistem pertahanan berbiaya rendah untuk membendung serangan drone massal Ukraina.
Hal ini diperparah dengan temuan sistem pertahanan udara "improvisasi" Rusia yang menggunakan rudal pesawat yang dipasang di atas truk.
“Hanya kerugian finansial yang signifikan yang akan memaksa Rusia untuk mempertimbangkan skenario penghentian perang ini,” ucap Zelensky.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu






