Jamin Keamanan Hewan Kurban, Badan Karantina Perketat Jalur Distribusi Sapi dari NTB-NTT
BeritaNasional.com - Menjelang hari raya kurban, Badan Karantina memperketat pengawasan di jalur distribusi hewan ternak dari wilayah timur Indonesia. Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi fokus utama karena merupakan titik krusial pemasok kebutuhan sapi dan kambing secara nasional.
Deputi Bidang Karantina Hewan Sriyanto turun langsung meninjau antrean truk pengangkut ternak di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, pada Sabtu (18/4/2026). Ia menekankan pentingnya menjaga jalur logistik ternak ini tetap aman dan sehat.
"Ternak dikirim dari timur ke barat. Sentra produksi ternak sapi Indonesia berasal dari wilayah terutama NTB dan NTT," kata Sriyanto yang dikutip dari Antara.
Pengawasan intensif dilakukan di sejumlah pintu keluar utama, terutama di Pelabuhan Gili Mas (Lombok Barat) dan Pelabuhan Tenau (Kupang). Kedua pelabuhan ini merupakan jalur strategis pengiriman sapi menuju wilayah barat Indonesia.
Sriyanto menjelaskan bahwa pola distribusi dari setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda.
"Kupang relatif lebih lancar karena menggunakan alat angkut KM Camara Nusantara. Sedangkan, dari Flores ada yang masuk ke Bima dan ada juga yang bisa langsung juga ke Kalimantan maupun ke Sulawesi," papar Sriyanto.
Wajib Bebas PMK dan Antraks
Guna mencegah penyebaran wabah, Badan Karantina memastikan setiap hewan yang dikirim telah melewati uji klinis yang ketat. Hewan kurban harus dinyatakan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, hingga penyakit kulit berbenjol (Lumpy Skin Disease).
Setiap ternak yang akan diberangkatkan wajib melalui pengambilan sampel dan pemeriksaan fisik sebagai syarat mutlak mendapatkan sertifikat kesehatan.
"Kami mewajibkan sebelum hewan dilalulintaskan harus diambil sampel dan dilakukan pemeriksaan untuk memastikan hewan tersebut sehat," papar Sriyanto.
Hingga 18 April 2026, Balai Karantina NTB mencatat 19.700 ekor sapi telah diberangkatkan dari wilayah tersebut.
Untuk mendukung kelancaran administrasi, lebih dari 19.000 Sertifikat Veteriner (SV) telah diterbitkan sebagai dokumen jaminan kesehatan.
Khusus untuk wilayah Jabodetabek, kuota pengiriman ditetapkan sekitar 22.500 ekor sapi. Saat ini, proses pengiriman terus berlangsung dan tinggal menyisakan beberapa ribu ekor lagi hingga kuota terpenuhi.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







