Peluncuran Satelit AST SpaceMobile Terganggu, Orbit Terlalu Rendah

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB
Satelit broadband generasi terbaru milik AST SpaceMobile. (Foto/X: Blue Origin)
Satelit broadband generasi terbaru milik AST SpaceMobile. (Foto/X: Blue Origin)

BeritaNasional.com - Peluncuran satelit broadband generasi terbaru milik AST SpaceMobile berakhir tidak sesuai rencana setelah wahana tersebut gagal mencapai orbit yang diharapkan usai meluncur menggunakan roket milik Blue Origin pada misi terbaru mereka.

Satelit ke-7 berukuran penuh itu, yang merupakan bagian dari jaringan komunikasi seluler global AST, awalnya dilaporkan berhasil terlepas dari tahap peluncuran.

Namun, masalah muncul ketika tahap atas roket menempatkan satelit pada orbit yang terlalu rendah untuk operasi jangka panjang.

Dalam pernyataan di platform X, Blue Origin menyebut kondisi tersebut sebagai “off-nominal orbit”. Namun perusahaan tidak merinci apakah satelit masih dapat diselamatkan dengan manuver bahan bakar tambahan atau justru berpotensi kembali memasuki atmosfer dan terbakar.

Beberapa jam kemudian, AST SpaceMobile memberikan klarifikasi bahwa satelit yang diberi nama BlueBird 7 memang berhasil menyala setelah pemisahan, tetapi ketinggian orbit yang terlalu rendah membuatnya tidak bisa beroperasi secara normal.

“Selama misi New Glenn 3, BlueBird 7 ditempatkan pada orbit yang lebih rendah dari yang direncanakan oleh tahap atas kendaraan peluncur. Meskipun satelit berhasil terpisah dan menyala, ketinggian tersebut terlalu rendah untuk mempertahankan operasi dengan teknologi pendorong yang dimilikinya,” tulis AST dalam pernyataan resmi, dikutip Senin (20/4/2026).

Insiden ini menjadi sorotan karena merupakan penerbangan perdana satelit AST SpaceMobile menggunakan roket New Glenn, yang selama ini diposisikan sebagai kendaraan heavy-lift andalan untuk misi komersial masa depan.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: