Balas Dendam Jadi Motif Penikaman Politisi Golkar

Oleh: Panji Septo R
Senin, 20 April 2026 | 14:12 WIB
Politisi partai Golkar Agrapinus Rumatora bersama Ketua Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (BeritaNasional/dok Golkar)
Politisi partai Golkar Agrapinus Rumatora bersama Ketua Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (BeritaNasional/dok Golkar)

BeritaNasional.com -  Polda Maluku mengungkap latar belakang pembunuhan terhadap Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, yang tewas akibat ditikam.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menyebut pelaku mengaku melakukan aksi tersebut sebagai bentuk balas dendam.

Menurut Umasugi, politisi partai berlambang pohon beringin itu dituding sebagai pihak yang berada di balik kematian saudara pelaku.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, motifnya adalah balas dendam karena Nus Kei dianggap sebagai otak pembunuhan saudara pelaku,” kata Umasugi kepada wartawan, Senin (20/4/2026).

Korban disebut memiliki peran dalam kasus pembunuhan Fenansius Wadanubun alias Dani Holat yang terjadi pada 2020 di kawasan samping Apartemen Metro Galaxy Kalimalang Bekasi Jawa Barat.

Peristiwa penikaman terhadap Nus Kei terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun Kabupaten Maluku Utara pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11:25 WIT.

Insiden berlangsung di area bandara di Kecamatan Kei Kecil, sesaat setelah korban tiba dari Jakarta. Menurut keterangan polisi, pelaku menyerang secara tiba-tiba menggunakan senjata tajam lalu melarikan diri.

“Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung kabur setelah kejadian,” ujar Umasugi.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan akibat luka serius yang dialami.

“Sempat dirawat di rumah sakit, tetapi tim medis menyatakan korban meninggal dunia karena luka tersebut,” ucapnya.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: