Polri Bentuk Satgas Haji, Siap Tangani Lonjakan Dugaan Penipuan Ibadah Haji

Oleh: Panji Septo R
Senin, 20 April 2026 | 18:00 WIB
Ilustrasi naik haji (Foto/Pixabay)
Ilustrasi naik haji (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Kepolisian Republik Indonesia membentuk Satuan Tugas Haji sebagai respons atas meningkatnya dugaan penipuan dalam penyelenggaraan ibadah haji. 

Pembentukan satgas ini diarahkan Kapolri guna memperkuat perlindungan terhadap calon jemaah.

Wakabaintelkam Polri Irjen Pol Nanang Rudi Supriatna menyampaikan, mandat pembentukan satgas datang langsung dari pimpinan Polri. 

Tujuannya memastikan keamanan sekaligus mencegah tindak kriminal yang menyasar jemaah.

“Kami diperintah Kapolri untuk membentuk Satgas Haji,” ujar Nanang kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Satgas ini dibentuk setelah koordinasi bersama Kementerian Haji. Pembahasan menitikberatkan pada pengamanan teknis dan langkah pencegahan tindak pidana di sektor penyelenggaraan haji.

“Ada beberapa hal yang kita bicarakan Satgas Haji ini dibentuk untuk menjamin dan memberikan pelayanan keamanan kepada para calon jemaah," tuturnya.

"Kemudian juga kami mencegah terjadinya tindak pidana dalam pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji,” kata dia.

Struktur satgas akan diperluas hingga tingkat daerah. Polri memastikan koordinasi dilakukan sampai level Polres, termasuk bekerja sama dengan Kepala Kantor Haji di kabupaten dan kota.

Nanang juga menyiapkan saluran pengaduan bagi masyarakat. Hotline 0812-188-991-91 dibuka untuk menerima laporan indikasi penipuan.

“Ini bisa dimanfaatkan oleh warga apabila ada hal-hal yang dirasa ada indikasi-indikasi penipuan bisa melaporkan melalui hotline tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, Dirjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Harun Al Rasyid mencatat peningkatan laporan penipuan setiap hari.

“Tidak kurang dari 20 kasus yang masuk dilaporkan ke Kementerian Haji per harinya," ujar Harun.

Ia menegaskan perlunya langkah cepat dan tegas agar pelaku mendapat efek jera. Menurutnya, pencegahan dan penindakan harus berjalan beriringan.

“Sehingga laporan-laporan ini di masa yang akan datang bisa diminimalisir maupun dicegah dan bahkan mungkin dilakukan penindakan,” ucap Harun.

"Komitmen kuat Polri membantu Satgas gabungan sangat kami butuhkan,” tandasnya.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: