Muhammadiyah Ajak Jemaah Haji 2026 Bayar Dam di Indonesia, Manfaatnya Lebih Luas
BeritaNasional.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memberikan arahan khusus bagi warganya yang akan menunaikan haji 2026. Melalui Fatwa Tarjih, jemaah kini diimbau untuk mengalihkan prosesi penyembelihan hewan dam (denda) dari tanah suci ke Indonesia.
Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy menegaskan kebijakan ini bertujuan agar manfaat ekonomi dan sosial dari penyembelihan hewan tersebut dapat langsung dirasakan oleh masyarakat di Indonesia.
“Jadi saya mohon bagi PDM-PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) yang mempunyai lembaga perjalanan haji untuk dam warga Muhammadiyah lebih baik disembelih di Indonesia,” tegas Muhadjir melalui siaran persnya yang dikutip pada Jumat (24/4/2026).
Muhadjir yang juga menjabat sebagai Penasihat Presiden Bidang Haji menyatakan fatwa ini sudah melewati kajian mendalam dan memberikan kepastian hukum bagi jemaah. Hal ini sejalan dengan dorongan dari otoritas Arab Saudi sendiri.
“Berdasarkan kajian dari Majelis Tarjih, memang dalam banyak hal lebih baik disembelih di sini daripada di sana. Sementara Pemerintah Saudi Arabia sendiri melewati Menteri Haji dan Wakaf mendorong negara-negara itu untuk lebih baik menyembelih di tempatnya masing-masing,” ungkapnya.
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap organisasi, Muhadjir berharap warga Muhammadiyah dapat menjadi teladan dalam penerapan aturan ini.
“Karena ini keputusan Muhammadiyah, maka kita sebagai warga Muhammadiyah harus samikna wa atokna,” tambahnya.
Mengingat mayoritas jemaah Indonesia melaksanakan Haji Tamattu yang mewajibkan penyembelihan seekor kambing sebagai denda, Muhadjir meminta pihak terkait seperti Lazismu segera bersiap.
Ia menekankan pentingnya ketersediaan hewan kurban dengan harga yang kompetitif namun tetap memberikan keuntungan bagi semua pihak.
Selain soal teknis, pemindahan lokasi penyembelihan ini memiliki misi besar bagi kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Daging dam yang dikelola di dalam negeri dapat didistribusikan untuk membantu pemenuhan gizi masyarakat.
Muhadjir menjelaskan, jika dam dilakukan di Indonesia, dagingnya dapat dibagikan untuk membangun generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan beriman. Karena itu, ia meminta seluruh jenjang kepemimpinan Muhammadiyah agar masif melakukan sosialisasi terkait fatwa ini sebelum musim haji tiba.
Sumber: PP Muhammadiyah
POLITIK | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







