Golkar: Capres dari Kader Partai Lebih Baik, Tapi Jangan Tutup untuk Tokoh Non-Parpol

Oleh: Ahda Bayhaqi
Sabtu, 25 April 2026 | 09:26 WIB
Ilustrasi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)
Ilustrasi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)

BeritaNasional.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji menilai, capres dan cawapres dari kader partai lebih baik. Tetapi partai juga harus membuka diri untuk mencalonkan sosok di luar partai. Hal itu disampaikannya, menanggapi usul Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar capres dan cawapres harus berasal dari kaderisasi partai politik.

"Jadi memang, kalau capres-cawapres itu berasal dari kader partai, itu lebih baik. Tapi kalau ternyata orang terbaik itu ada di luar partai, tentu partai harus membuka diri, memberi kesempatan untuk bisa juga dicalonkan. Karena yang kita mau rekrut ini adalah pemimpin bangsa. Dan pemimpin bangsa itu bisa ada di partai, bisa juga ada di luar partai," ujarnya kepada wartawan, dikutip Sabtu (25/4/2026).

Namun, menurut Sarmuji, jika ada kader partai sendiri yang bisa calonkan lebih bagus. Ia pun juga menyoroti jika seluruh partai masing-masing mencalonkan calon presiden dan calon wakil presiden dari kader sendiri.

"Tapi seandainya ada di dalam partai kita, tentu kita lebih senang lagi, itu lebih bagus. Tapi kalau setiap partai harus mencalonkan kadernya sendiri-sendiri, coba bayangkan kalau sekarang ada 8 partai di parlemen, berarti akan ada 8 partai, 8 calon presiden dan 8 calon wakil presiden," jelasnya. 

Sarmuji menegaskan, jalur tokoh non partai politik juga harus terbuka untuk dicalonkan. Apalagi, jika tokoh tersebut lebih baik dari kader partai sebagai calon pemimpin.

"Jadi menurut saya, menurut kami, di dalam partai, kader partai lebih bagus, tetapi seandainya ada yang lebih baik di luar partai dan itu adalah kader terbaik bangsa, tidak ada salahnya partai juga membuka diri," ucapnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: