Dukung Capres lewat Kaderisasi Partai, NasDem Singgung Tanggung Jawab Moral

Oleh: Ahda Bayhaqi
Jumat, 24 April 2026 | 13:28 WIB
Ilustrasi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)
Ilustrasi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)

BeritaNasional.com - Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago setuju calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) berasal dari kaderisasi partai. Menurut Irma, seseorang yang ingin menjadi calon presiden dan calon wakil presiden harus bergabung dengan partai agar punya tanggung jawab moral terhadap partai.

"Saya sebagai kader partai setuju, karena jenjang karir yang baik akan memotivasi kader untuk setia pada parpol. Sebaiknya figur-figur yang ingin menjadi calon presiden dan wakil harus masuk menjadi kader partai jika ingin didukung, sehingga ada tanggung jawab moral terhadap partai. Tidak tinggal gelanggang colong playu," kata Irma kepada wartawan, dikutip Jumat (24/4/2026).

Irma menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 60/PUU-XXII/2024 tentang minimal ambang batas pilkada melalui rekrutmen calon kepala daerah berdasarkan kaderisasi. Agar pertanggungjawaban calon kepala daerah menjadi satu kesatuan.

"Tentu usulan ini sangat baik, sehingga pertanggungjawaban calon cakada dan partai menjadi satu kesatuan," terang Irma. 

Irma menilai, ada masalah saat ini ketika seseorang didukung oleh partai justru tidak peduli lagi dengan partai yang mendukungnya. Maka itu perlu kaderisasi untuk meningkatkan tanggung jawab.

"Tidak seperti saat ini, setelah didukung dan menang calon cakada hilang jejak tidak lagi peduli pada parpol dalam hal kaderisasi dan tanggungjawab untuk meningkatkan elektabilitas partai," tandasnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: