Gugurnya Praka Rico Kembali Menambah Daftar Panjang Korban Prajurit di Lebanon

Oleh: Bachtiarudin Alam
Sabtu, 25 April 2026 | 17:51 WIB
Prajurit TNI di UNIFIL, Kopral Rico Pramudia meninggal dunia usai menjalani perawatan di RS akibat serangan Israel pada 29 Maret 2026. (BeritaNasional/Kemlu RI)
Prajurit TNI di UNIFIL, Kopral Rico Pramudia meninggal dunia usai menjalani perawatan di RS akibat serangan Israel pada 29 Maret 2026. (BeritaNasional/Kemlu RI)

BeritaNasional.com - TNI Angkatan Darat (AD) kembali menyampaikan dukacita atas gugurnya Praka Rico Pramudia selaku pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.

Gugurnya Praka Rico menambah daftar panjang korban prajurit dalam Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL di Lebanon Selatan. Sejak 29 Maret 2026, telah ada empat prajurit gugur, termasuk Praka Rico.

“Almarhum Praka Rico Pramudia merupakan prajurit yang bertugas sebagai Tabakpan 1/C Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, dan sehari-hari berdinas sebagai Taban SO RU 1 Ton 2 Kipan A Yonif 114/SM Brigif 25/Siwah,” kata Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono dalam keteranganya pada Sabtu (25/4/2025).

Berdasarkan laporan terbaru dari daerah penugasan, Praka Rico sebelumnya mengalami luka berat dalam insiden pada 29 Maret 2026. 

Namun, nyawanya tidak tertolong setelah mendapat penanganan medis di Rumah Sakit St. George, Beirut, Jumat (24/4/2026). 

Dengan kejadian ini, total prajurit TNI yang gugur dalam dua insiden terpisah di wilayah misi UNIFIL Lebanon Selatan berjumlah empat orang, yaitu Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon, dan Praka Rico Pramudia.

“TNI memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian para prajurit dalam menjalankan tugas mulia sebagai pasukan pemelihara perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa,” imbuh Donny.

Saat ini, Donny menyampaikan proses administrasi pemulangan jenazah Praka Rico tengah dilaksanakan, dan pihak TNI telah menyampaikan kabar duka kepada keluarga. 

“Rencana pemakaman akan dilaksanakan sesuai dengan keputusan keluarga,” imbuhnya.

Pemerintah İndonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengutuk keras serangan Israel yang menjadi dalang gugurnya Praka Rico Pramudia selaku pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Serangan itu diduga dilancarkan dari artileri tank Israel yang menghantam markas komando di kota Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan pada 29 Maret 2026.

“Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia,” kata Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela dalam keterangannya yang dikutip pada Sabtu (25/5/2026).

Vahd menyebut İndonesia terus mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini.

“Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: