Update Terbaru: 81 Luka dalam Kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 28 April 2026 | 07:49 WIB
Proses evakuasi terhadap korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Foto/Istimewa)
Proses evakuasi terhadap korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin mengungkapkan, terdapat tujuh korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam.

Sementara itu, terdapat 81 orang yang mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit sekitar.

"Meninggal dunia itu tujuh orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang," kata Bobby kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Tak hanya itu, Bobby menyebut bahwa masih ada tiga orang yang terperangkap dalam kereta.

"Dan yang ada masih terperangkap itu ada sekitar tiga orang yang terperangkap di dalam kereta," ujar Bobby. 

Lebih lanjut, Bobby mengakui bahwa evakuasi ini memakan waktu yang lama karena dilakukan dengan sangat hati-hati.

"Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan, jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan evakuasi ke stasiun Bekasi. Dan selanjutnya kami juga sudah siap untuk melakukan evakuasi dari lokomotif yang ada pada kereta Bromo Anggrek tersebut," jelas Bobby.

"Dan kami berkoordinasi dengan Basarnas untuk mempertimbangkan aspek-aspek kehati-hatian dan keselamatan dari korban yang masih terperangkap di dalam kereta," tandasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: