Lebih dari 40 Ribu Jemaah Haji Telah Diberangkatkan, Layanan Kesehatan Diperkuat

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 29 April 2026 | 04:31 WIB
Jemaah Haji asal Indonesia. (Foto/Badan Komunikasi Pemerintah).
Jemaah Haji asal Indonesia. (Foto/Badan Komunikasi Pemerintah).

BeritaNasional.com - Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan perkembangan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi pada hari kedelapan masa operasional, Selasa (28/4/2026), di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Secara umum, proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia dari berbagai embarkasi berjalan lancar. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 104 kelompok terbang (kloter) dengan total 40.796 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Sementara itu, sebanyak 93 kloter dengan total 36.483 jemaah telah tiba di Madinah. Proses kedatangan berlangsung tertib dengan pendampingan petugas sejak di bandara hingga ke hotel.

Dari sisi layanan kesehatan di Daerah Kerja Madinah, sebanyak 1.373 jemaah tercatat menjalani rawat jalan. Sebanyak 30 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 54 jemaah dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi. Pada 27 April 2026, satu jemaah wafat atas nama Kamariyah Dul Tayib (85) asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dengan demikian, total jemaah wafat hingga saat ini berjumlah dua orang.

Pemerintah memastikan layanan kesehatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Fasilitas yang disiapkan meliputi 40 klinik di Makkah dan lima klinik di Madinah, serta keberadaan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di kedua kota tersebut. Selain itu, setiap kloter didampingi satu dokter dan satu tenaga kesehatan, serta didukung kerja sama dengan rumah sakit rujukan di Arab Saudi.

Petugas kesehatan juga disiagakan di berbagai titik layanan guna memastikan seluruh jemaah mendapatkan penanganan secara cepat dan optimal.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menegaskan pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan bagi jemaah.

“Pemerintah memastikan bahwa kesehatan jemaah menjadi prioritas utama. Layanan kesehatan disiapkan secara berlapis, mulai dari keberangkatan di tanah air hingga pelayanan di Tanah Suci,” ujar Maria dikutip, Rabu (29/4/2026).

Ia menambahkan bahwa pihaknya memastikan setiap jemaah akan mendapatkan pendampingan yang optimal.

“Kami ingin memastikan setiap jemaah, terutama lansia dan yang memiliki risiko kesehatan, mendapatkan pendampingan yang optimal sejak awal keberangkatan hingga seluruh rangkaian ibadah selesai," jelas dia.

Lebih lanjut, Maria juga mengimbau jemaah untuk aktif menjaga kondisi kesehatannya selama berada di Tanah Suci.

“Kami mengajak seluruh jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan, cukup istirahat, menjaga pola makan, dan segera melapor kepada petugas jika mengalami keluhan kesehatan,” tuturnya.

“Dengan kolaborasi antara petugas dan kedisiplinan jemaah, kami optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: