Langkah Indonesia di Piala Thomas 2026 Terhenti di Babak Grup
BeritaNasional.com - Tim putra Indonesia harus menerima kenyataan pahit tersingkir di fase grup Piala Thomas 2026 setelah kalah 1-4 dari Prancis pada laga penentuan Grup D di Forum Horsens, Denmark, Rabu WIB.
Hasil ini menjadi catatan kelam bagi bulu tangkis Indonesia yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dunia dengan koleksi 14 gelar juara Piala Thomas. Untuk pertama kalinya sejak keikutsertaan perdana pada 1958, Indonesia gagal melaju ke fase gugur.
Sebelumnya, dalam rentang 1958 hingga edisi 2024, Indonesia selalu mampu menembus babak selanjutnya, dengan pencapaian terburuk hanya sampai perempat final pada 2012. Namun, catatan tersebut akhirnya terhenti di edisi 2026.
Indonesia sejatinya mengawali turnamen dengan cukup meyakinkan lewat dua kemenangan, masing-masing atas Aljazair dengan skor 5-0 dan Thailand 3-2. Namun, kekalahan dari Prancis di laga terakhir memastikan langkah Jonatan Christie dan rekan-rekannya terhenti di fase grup.
Dalam persaingan ketat Grup D, Indonesia harus puas finis di peringkat ketiga meski memiliki jumlah kemenangan yang sama dengan Thailand dan Prancis. Thailand keluar sebagai juara grup, sementara Prancis melaju sebagai runner-up.
Kepastian tersingkirnya Indonesia juga dipengaruhi hasil pertandingan lain, di mana Thailand mencatat kemenangan 4-1 atas Prancis dan 5-0 atas Aljazair. Hasil tersebut membuat selisih kemenangan menjadi faktor penentu di antara tiga tim yang memiliki poin sama.
Pada laga melawan Prancis, Indonesia gagal mengamankan poin di empat partai awal. Jonatan Christie membuka pertandingan dengan kekalahan 19-21, 14-21 dari Christo Popov. Alwi Farhan kemudian takluk 16-21, 19-21 dari Alex Lanier.
Anthony Sinisuka Ginting yang turun di partai ketiga juga belum mampu menyumbang angka setelah kalah tipis dari Toma Junior Popov dengan skor 22-20, 15-21, 20-22. Harapan Indonesia untuk bangkit semakin menipis setelah pasangan ganda pertama Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani kalah 19-21, 19-21 dari Eloi Adam/Leo Rossi.
Satu-satunya kemenangan Indonesia diraih pada partai kelima melalui pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang mengalahkan Christo Popov/Toma Junior Popov dengan skor 21-18, 19-21, 21-11. Namun, kemenangan tersebut tidak mengubah hasil akhir pertandingan.
Hasil di Horsens ini menjadi pukulan besar bagi tradisi panjang Indonesia di ajang beregu putra paling bergengsi tersebut, sekaligus menjadi bahan evaluasi serius bagi pembinaan bulu tangkis nasional ke depan.
Sumber: Antara
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







