Pemerintah Perlu Percepat Pembangunan Infrastruktur di Perlintasan Kereta Sebidang Demi Keselamatan

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 30 April 2026 | 14:27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (BeritaNasional/istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (BeritaNasional/istimewa)

BeritaNasional.com -  Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti risiko kecelakaan yang tinggi di perlintasan kereta sebidang. Menurutnya perlu percepatan pembangunan infrastruktur seperti flyover dan underpass untuk meningkatkan keselamatan transportasi publik.

"Perlintasan sebidang ini memang memiliki risiko yang tinggi. Kita harus mengurangi potensi kecelakaan dengan menghadirkan solusi infrastruktur yang lebih aman, seperti flyover atau underpass," ujar AHY dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Pemerintah akan terus mendorong percepatan pembangunan di sejumlah titik prioritas. Utamanya si wilayah dengan tingkat mobilitas tinggi.

"Kita ingin memastikan keselamatan masyarakat benar-benar terjaga. Karena itu, pembangunan flyover dan underpass harus dipercepat, terutama di titik-titik yang selama ini dikenal rawan," ucapnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sistem keselamatan transportasi secara menyeluruh, terutama pasca sejumlah insiden yang terjadi di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya menyampaikan percepatan pembangunan infrastruktur tersebut juga perlu didukung dengan penguatan regulasi dan kepatuhan di lapangan.

"Perlintasan sebidang ini memang berisiko tinggi, sehingga perlu ditangani dengan pendekatan yang menyeluruh. Selain pembangunan flyover dan underpass sebagai solusi jangka panjang, penegakan aturan dan kedisiplinan pengguna jalan juga harus terus diperkuat," terangnya.

Ia menambahkan keselamatan transportasi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, operator, dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif, baik dari sisi infrastruktur, regulasi, maupun edukasi publik.

"Ke depannya, kita akan memastikan bahwa setiap titik rawan dapat ditangani secara bertahap dengan solusi yang berkelanjutan, sehingga keselamatan masyarakat benar-benar menjadi prioritas utama," tutup Sigit.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: