BKSDA Bengkulu Terjunkan Tim Lakukan Nekropsi Harimau Mati
BeritaNasional.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung menerjunkan tim khusus dan dokter hewan guna melakukan nekropsi terhadap harimau sumatera yang ditemukan mati di aliran anak sungai di SP 4 Desa Bukit Makmur Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko, Kamis lalu.
"Tim berangkat dari Bengkulu menuju Mukomuko lalu akan melakukan nekropsi harimau," kata Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu Lampung Said Jauhari saat dikonfirmasi di Kota Bengkulu.
Untuk tim yang diturunkan dari Kota Bengkulu sebanyak lima orang, dan personel lainnya berasal dari Resor Mukomuko serta dokter hewan yang berada di Puskesmas Ipuh Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.
Ia mengatakan, saat ini tim BKSDA sedang mengumpulkan data terkait penemuan harimau dalam kondisi mati tersebut, mulai dari lokasi pasti, kondisi bangkai, hingga penyebab kematian.
Hingga saat ini, tim masih melakukan pengecekan dengan melibatkan tim lapangan guna memastikan penyebab kematian harimau sumatera tersebut.
Sementara itu, BKSDA Bengkulu-Lampung juga telah menurunkan sejumlah personel ke lokasi penemuan gajah mati di kawasan hutan produksi (HP) Air Teramang Kabupaten Mukomuko untuk dilakukan identifikasi dan nekrosis.
Untuk tim yang diturunkan dari BKSDA sebanyak delapan orang, termasuk anggota kepolisian, TNI, pos Gakkum Kehutanan Bengkulu dan Balai besar TNKS resor Mukomuko.
BKSDA Bengkulu juga melibatkan dokter hewan guna melakukan identifikasi serta nekropsi guna memastikan penyebab kematian dua ekor gajah Sumatera yang terdiri dari induk dan anaknya tersebut.
Said menerangkan bahwa saat ini tim tengah melakukan identifikasi terkait jenis kelamin, usia induk dan anaknya namun diperkirakan belum berusia satu tahun.
Sumber: Antara
PERISTIWA | 23 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







