Komdigi Tegaskan Video Amien Rais Terkait Prabowo Bermuatan Hoaks

Oleh: Lydia Fransisca
Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:47 WIB
Tokoh politik, Amien Rais. (Foto/Ist)
Tokoh politik, Amien Rais. (Foto/Ist)

BeritaNasional.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan pihaknya telah mengidentifikasi video yang diunggah Amien Rais terkait Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan video tersebut merupakan konten hoaks, fitnah, serta memuat ujaran kebencian.

“Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengidentifikasi sebaran video yang memuat narasi fitnah, pembunuhan karakter, dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden RI. Video tersebut diunggah oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat,” kata Meutya dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

Meutya berujar, narasi yang dibangun dalam video tersebut berupaya merendahkan martabat Prabowo.

“(Video itu juga) tidak memiliki dasar fakta serta merupakan bagian dari upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa,” ujar Meutya.

Ia menegaskan bahwa ruang digital seharusnya digunakan untuk adu gagasan, bukan penyebaran kebencian.

“Ruang demokrasi digital adalah ruang adu gagasan, bukan ruang memproduksi konten kebencian yang menyerang martabat manusia mana pun,” ucap Meutya.

Komdigi, lanjut dia, akan menempuh langkah hukum terhadap pihak yang terlibat dalam penyebaran konten tersebut.

“Siapa pun yang membuat, ikut mendistribusikan, dan/atau mentransmisikan video tersebut secara sadar telah melakukan pelanggaran hukum sebagaimana diatur dalam UU ITE No. 1 Tahun 2024 Pasal 27A dan Pasal 28 ayat (2),” jelas Meutya.

Lebih lanjut, Meutya mengimbau masyarakat untuk menjaga ekosistem digital tetap sehat.

“Komdigi mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga ruang digital yang sehat, produktif, dan aman,” ujarnya.

“Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat berkomitmen untuk mendorong literasi digital dan memastikan bahwa kebebasan berekspresi berjalan seiring dengan tanggung jawab,” lanjutnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: