Kementerian ESDM Bantah Narasi Pertamax dan Solar yang Beredar di Media Sosial

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 16 Juni 2026 | 13:31 WIB
Warga melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Cikini, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Warga melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Cikini, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia membantah adanya narasi yang beredar di media sosial yang menyebut dirinya menyamakan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dengan BBM subsidi jenis solar.

Dwi menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan informasi palsu yang mencatut namanya dan memanipulasi foto dirinya untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan.

"Ini berita bohong dan fitnah. Saya tidak pernah keluarkan statement seperti ini. Ini ada pihak yang sengaja menyalahgunakan foto saya dan ditempel dengan caption hoax. Medianya ditulis Kompos.corn," jelas Dwi dilansir dari Antara, Selasa (16/6/2026).

Sebelumnya, beredar unggahan di media sosial Threads yang menampilkan foto Dwi Anggia dengan narasi di bawahnya yang berbunyi, "Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter. Dwi Anggia, selaku Jubir Menteri ESDM : Ada Solar Yang Murah Pakai Itu Saja. Sama-Sama BBM kan?".

Dwi kembali menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan meminta masyarakat lebih cermat dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial.

"Sekali lagi, itu adalah hoaks dan fitnah. Semoga masyarakat bisa lebih cerdas dan lebih bijak menyerap informasi yang beredar di media sosial," sebut Dwi.

Ia juga menilai penyebaran informasi palsu tersebut harus dipertanggungjawabkan secara hukum karena dinilai menyebarkan berita bohong sekaligus memprovokasi kemarahan publik.

Ia pun mengatakan penyebar fitnah dan hoaks ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum, karena sudah menyebarkan berita bohong serta memprovokasi kemarahan publik.

Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga sebelumnya mengumumkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax yang berlaku mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.

Penyesuaian harga dilakukan setelah Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator dan melalui mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Perubahan harga BBM nonsubsidi tersebut juga disebut sebagai bagian dari implementasi tata kelola energi untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, serta kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami perubahan. Dalam komitmennya menjalankan tugas pendistribusian BBM subsidi, harga Pertalite dipastikan tetap Rp10.000 per liter dan solar subsidi bertahan di angka Rp6.800 per liter.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: