Sekolah Rakyat Fokus Selamatkan Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 03 Mei 2026 | 23:00 WIB
Suasana Sekolah Rakyat Sentra Handayani, Cipayung, Jakarta, Senin (14 Juli 2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Suasana Sekolah Rakyat Sentra Handayani, Cipayung, Jakarta, Senin (14 Juli 2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat bawah melalui Program Sekolah Rakyat.

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, program ini mengedepankan sistem asrama dan metode jemput bola untuk mencari siswa yang benar-benar membutuhkan.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menjelaskan target utama sekolah ini adalah anak-anak dari keluarga miskin yang masuk dalam kategori desil satu dan dua (kemiskinan ekstrem).

“Sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran kita menjangkau, jadi, yang ada adalah penjangkauan-penjangkauan anak-anak yang diprioritaskan, yang tidak sekolah, belum sekolah putus sekolah maupun yang berpotensi putus sekolah,” kata Saifullah Yusuf yang dikutip dari Antara pada Minggu (3/5/2026).

Kondisi para siswa di Sekolah Rakyat cukup unik. Banyak dari mereka yang berusia di atas rata-rata siswa sekolah umum karena sempat berhenti sekolah dalam waktu yang lama. Latar belakang mereka pun beragam, mulai dari anak jalanan hingga pekerja sektor informal.

“Banyak siswa-siswa rakyat itu yang dulunya adalah pengamen mengemis pemulung untuk sekolah mereka, tidak melanjutkan sekolah, kemudian ada bahkan yang tidak sekolah,” ujarnya.

Kondisi ini menghadirkan tantangan besar bagi tenaga pengajar, terutama dalam tiga bulan pertama masa pembelajaran. 

Gus Ipul mengungkapkan fakta mengejutkan di lapangan. Ditemukan siswa setingkat SMA yang ternyata belum menguasai kemampuan dasar membaca.

“Dia belum bisa baca. Inilah tantangan di sekolah rakyat yang harus dikerjakan oleh para guru dengan sebaik baiknya,” tegasnya.

Untuk mengatasi ketimpangan akademik tersebut, pemerintah menerapkan seleksi ketat bagi para guru agar mampu memberikan pendampingan intensif bagi siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda.

Meskipun penuh tantangan, Program Sekolah Rakyat mulai menunjukkan hasil nyata. Tahun ini, tercatat lebih dari 400 siswa telah lulus. Khusus untuk 11 lulusan tingkat SMA, mereka kini berada di persimpangan jalan menuju masa depan yang lebih cerah.

“Kalau nanti ketika ikut ujian dia lulus, maka dia pilihannya dua, mau melanjutkan ke kuliah yang akan didukung oleh pemerintah untuk mendapatkan beasiswa, atau dia mau menjadi pekerja terampil,” jelas Gus Ipul.

Pemerintah berharap para lulusan ini tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang mengangkat derajat dan kesejahteraan keluarga mereka di masa depan. 

Melalui pendidikan berasrama dan pendampingan karakter, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi memutus rantai kemiskinan di Indonesia.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: