Dorong UMKM Naik Kelas, Pemerintah Perkuat Literasi Keuangan dan Akses Pembiayaan Digital

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 05 Mei 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi UMKM sandal wanita di pabrik sepatu rumahan di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. (BeritaNasionnal/Elvis Sendouw)
Ilustrasi UMKM sandal wanita di pabrik sepatu rumahan di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. (BeritaNasionnal/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi nasional. 

Fokus utama saat ini bukan lagi memberikan akses modal, melainkan memastikan para pelaku usaha memiliki literasi keuangan yang kuat agar lebih sejahtera dan produktif.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kondisi makroekonomi Indonesia saat ini menunjukkan tren positif. 

Namun, sektor UMKM masih membutuhkan dorongan ekstra agar tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu mengelola risiko di era digital.

“Dan tentu segala dengan penguatan di level makro, Indonesia pertumbuhannya positif. Namun terkait dengan UMKM, ini yang perlu didorong. Lesson learned-nya bukan hanya finansial inklusif. Saya pikir, dengan Queen Maxima yang telah berbincang dengan Presiden Prabowo Subianto, kita juga sudah bergerak lebih dari sekedar inklusif menuju kesejahteraan masyarakat. Artinya, mereka harus memiliki pengetahuan dan mereka tahu risikonya,” ujar Airlangga dari keterangan persnya yang dikutip pada Senin (4/5/2026).

Ratusan Ribu UMKM Terjangkau

Program Mastercard Strive Indonesia yang merupakan hasil kolaborasi antara Mastercard dan Mercy Corps Indonesia mencatatkan keberhasilan besar. 

Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 550 ribu pelaku usaha, angka yang jauh melampaui target awal sebesar 350 ribu peserta.

Airlangga menekankan bahwa di tengah masifnya digitalisasi, inklusi keuangan harus berjalan beriringan dengan pemahaman risiko keamanan digital. 

Hal ini penting agar pelaku UMKM tidak hanya terjebak pada akses pembiayaan, tetapi benar-benar mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan optimal.

Optimalisasi KUR dan Sektor Strategis

Sebagai langkah nyata, Pemerintah menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp279 triliun pada tahun ini. Skema pembiayaan ini pun dibuat lebih tajam dengan menyasar sektor-sektor spesifik seperti:

  • Industri padat karya
  • Sektor pertanian dan ketahanan pangan
  • Pembiayaan usaha kecil di sektor perumahan

Selain itu, inovasi di pasar modal seperti Reksa Dana PINTAR dan penguatan sistem pembayaran digital terus digencarkan untuk menciptakan transaksi yang lebih efisien bagi pelaku usaha kecil.

Pemerintah mengakui bahwa rasio pembiayaan UMKM di Indonesia masih memiliki ruang besar untuk tumbuh. 

Saat ini, Indonesia terus berupaya mengejar ketertinggalan dari negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia yang rasio pembiayaan UMKM-nya sudah menyentuh level dua digit.

Menko Airlangga berharap kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dapat terus berlanjut. 

Ia mendorong agar keberhasilan program ini tidak berhenti di atas kertas, melainkan langsung diterapkan pada fase pengembangan berikutnya.

“Saya pikir kita harus mereplikasikan hal-hal ini dengan lesson learned yang tertulis di buku. Jadi saya membutuhkannya bukan hanya untuk dicetak, tetapi juga untuk diimplementasikan pada fase kedua. Pemerintah terus mendorong, atas arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, untuk mendorong Asta Cita melalui financing untuk UMKM,” tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: