Saling Balas Serangan, Ketegangan Rusia-Ukraina Memuncak Jelang Parade Victory Day

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 06 Mei 2026 | 05:00 WIB
Ilustrasi perang. (Foto/Freepik)
Ilustrasi perang. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina semakin memanas tepat sebelum peringatan Hari Kemenangan Rusia. Kedua negara dilaporkan saling meluncurkan serangan intensif yang menyasar fasilitas militer dan infrastruktur strategis pada Selasa (5/5/2026).

Situasi ini membuat perayaan Hari Kemenangan tahun ini terasa berbeda. Pihak Kremlin bahkan telah mengumumkan pemberlakuan langkah keamanan yang jauh lebih ketat demi menjaga stabilitas selama rangkaian acara berlangsung.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi pasukannya berhasil meluncurkan rudal jelajah yang menghantam sebuah fasilitas industri militer di kota Cheboksary, Rusia. 

Pabrik tersebut dikenal sebagai produsen vital sistem proteksi otomatisasi serta komponen navigasi untuk angkatan laut, penerbangan, hingga kendaraan lapis baja Rusia.

Zelensky menegaskan serangan tersebut merupakan balasan atas tindakan militer Rusia sebelumnya. Ia juga kembali mendesak Moskow untuk mulai mempertimbangkan "diplomasi yang nyata" guna mengakhiri pertikaian.

Rusia Klaim Hancurkan Ratusan Fasilitas dan Drone

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan kesuksesan sistem pertahanan udara mereka dalam mencegat serangan besar-besaran dari Kyiv.

Dalam kurun waktu hanya lima jam pada Selasa, Rusia mengeklaim telah menghancurkan sedikitnya 88 drone Ukraina yang menyasar berbagai wilayah.

Tak hanya bertahan, pasukan Rusia juga melancarkan serangan balasan yang menargetkan 148 fasilitas industri pertahanan dan energi di wilayah Ukraina, termasuk titik-titik penempatan personel militer.

Meningkatnya serangan dari Ukraina menjelang Hari Kemenangan memicu perubahan besar pada agenda parade di Moskow. 

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peralatan militer berat dilaporkan tidak akan dipamerkan dalam parade tahun ini.

Pihak Kremlin berdalih bahwa absennya alutsista tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap potensi "aktivitas teroris" dari pihak Kyiv.

Hal ini menunjukkan betapa tingginya risiko keamanan di tengah upaya Ukraina yang terus mengintensifkan serangan ke wilayah Rusia menjelang hari bersejarah tersebut.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: