Bus ALS Ilegal, tak Miliki Izin Trayek hingga Pemalsuan Dokumen

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 08 Mei 2026 | 16:35 WIB
Kecelakan bus ALS dan truk tangki bahan bakar, bus terbakar. (BeritaNasional/istimewa)
Kecelakan bus ALS dan truk tangki bahan bakar, bus terbakar. (BeritaNasional/istimewa)

BeritaNasional.com -  Menindaklanjuti insiden kecelakaan yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) bernomor polisi BK 7778 DL (yang ditemukan di lapangan) dan truk tangki bernomor polisi BG 8196 QB pada Rabu (6/5/2026) di Jalan Lintas Sumatera Simpang Danau Kec Karang Jaya Kab Muratara Sumatera Selatan, Direktur Jenderal Perhubungan Kementerian Perhubungan Darat Aan Suhanan, meninjau langsung lokasi kejadian perkara dan mengecek kendaraan yang terlibat kecelakaan.

"Kami turut berduka cita atas kejadian kecelakaan yang merenggut banyak nyawa di Jalan Lintas Sumatera. Kami datang ke lokasi dan mengecek kendaraan yang terlibat, ditemukenali bus ALS ini tidak memiliki izin sejak 4 November 2020. Sementara data Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) masih berlaku hingga 11 Mei 2026," ungkapnya, Kamis (7/5/2026) malam di Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan.

Bus ALS tersebut dapat dikategorikan melakukan pelanggaran berat sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 15 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek, pasal 102.  Trayek ini diketahui telah melakukan pemalsuan dokumen perjalanan yang sah, mengoperasikan kendaraan yang telah habis masa berlaku izin penyelenggaraannya, serta melakukan kelalaian pengoperasian kendaraan  sehingga menimbulkan kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa.

Namun semua temuan lapangan ini akan didalami dengan melakukan audit inspeksi terhadap perusahaan.

Ia menyebut pada saat investigasi di lapangan petugas menemukan perbedaan nomor rangka pada kendaraan, sehingga terindikasi terjadi praktik pemalsuan nomor polisi kendaraan pada bus ALS.

"Berdasarkan pelanggaran yang dilakukan, tentu saja berpotensi dapat dikenakan sanksi administratif berupa pembekuan izin enam hingga 12 bulan dan bisa juga dikenakan pencabutan izin penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam trayek. Terkait pemberian sanksi akan kami telusuri dulu lebih lanjut," ungkapnya.

Sebelum terjadinya kecelakaan, bus ALS melintas di Terminal Tipe A Batay (Lahat) dengan tujuan Medan dengan manifest 10 penumpang. Selanjutnya pada Terminal Lubuklinggau tercatat kendaraan bus meninggalkan terminal pada pukul 10.00 WIB dengan total manifest 18 orang yang terdiri dari 14 penumpang dan 4 crew.

Dari kejadian ini mengakibatkan 16 korban jiwa yang terdiri dari 11 penumpang bus, 3 crew bus, dan 2 crew truk tangki. Korban luka - luka sebanyak 4 orang yang terdiri dari 3 penumpang bus dan 1 crew bus.

Di hari yang sama, Dirjen Aan juga berkesempatan untuk mengunjungi para korban kecelakaan di Rumah Sakit Umum Daerah Rupit Muratara bersama Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal dan Direktur Operasional PT Jasa Raharja Ariyandi untuk memberikan penguatan dan santunan kepada para korban.

"Adapun terkait dengan penyebab kecelakaan, Ditjen Hubdat menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan penyelidikan pihak Polri,” pungkasnya. sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: