KTT ASEAN Bahas Dampak Konflik Timur Tengah, Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Sorotan

Oleh: Lydia Fransisca
Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:00 WIB
Menteri Luar Negeri Sugiono. (Foto/BPMI)
Menteri Luar Negeri Sugiono. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan, isu utama yang mengemuka dalam berbagai sesi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina adalah respons terhadap dampak situasi geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah.

“Intinya adalah pertama respons bersama ASEAN dalam menyikapi situasi yang terjadi di Timur Tengah yang semua merasakan, memberikan efek langsung terhadap kehidupan negara-negara di kawasan," kata Sugiono, Sabtu (9/5/2026).

"Khususnya di sektor-sektor ekonomi, terlebih lagi di ketersediaan pangan dan energi,” tambah dia.

Menurut Sugiono, para pemimpin ASEAN menyuarakan bahwa Asia Tenggara harus semakin tangguh dalam menghadapi ketidakpastian global tersebut.

Oleh karena itu, penguatan kerja sama regional di sektor pangan dan energi menjadi salah satu fokus utama pembahasan dalam KTT ke-48 ASEAN.

“Ada satu kesadaran bersama yang tumbuh bahwa dengan situasi yang terjadi saat ini perlu suatu inisiatif bersama untuk menjadikan ASEAN ini sebagai suatu wilayah yang resilient, khususnya di bidang energi dan pangan,” ujar Sugiono.

Sugiono menjelaskan, agenda tersebut sejalan dengan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal, yakni menempatkan ketahanan pangan dan ketahanan energi sebagai fondasi penting bagi kedaulatan dan ketahanan nasional. 

Pemerintah Indonesia pun terus mempercepat berbagai program strategis untuk mendukung tujuan tersebut.

“Dan saya kira ini juga sesuatu yang sudah menjadi sejak awal program dari pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo, di mana ketahanan energi dan ketahanan pangan merupakan hal yang paling mendasar yang harus dipenuhi oleh sebuah negara, yang harus dipenuhi oleh negara kita,” ucap Sugiono.

Menlu Sugiono menegaskan bahwa dinamika global saat ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi di suatu kawasan dapat dengan cepat berdampak pada negara-negara lain, termasuk di Asia Tenggara. 

“Karena kita sadari bersama sesuatu ataupun perang yang terjadi di sebuah kawasan yang jauh dari kita dengan cepat akan langsung berimbas pada perikehidupan masyarakat di kawasan kita. Dan inilah yang dirasakan oleh seluruh negara-negara ASEAN,” tandasnya.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: