Obesitas Bukan Hanya Penampilan, Tapi Faktor Risiko Penyakit Berbahaya

Oleh: Kiswondari
Selasa, 12 Mei 2026 | 11:01 WIB
Ilustrasi penderita obesitas. (Foto/Freepik)
Ilustrasi penderita obesitas. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Obesitas bukan hanya soal penampilan, tetapi menjadi faktor risiko munculnya berbagai penyakit tidak menular yang berbahaya bagi tubuh seperti, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke. Untuk itu, Menteri Kesehatan (Kemenkes) Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup yang lebih sehat dan lebih panjang umur melalui acara "Obesity Disease Awareness Event: Harapan yang Meringankan" pada Kamis (7/5/2026).

Apalagi, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa sekitar satu dari empat orang dewasa (23,4%) hidup dengan obesitas. Hal ini menunjukkan bahwa obesitas mengalami peningkatan prevalensi dari tahun 2018 yang hanya sebesar 21,3% persen. Dan kejadian obesitas ini dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yaitu biologis, lingkungan, dan genetik yang membutuhkan solusi komprehensif. 

“Kalau kita ingin hidup lebih sehat dan lebih panjang umur, maka kita harus mulai menjaga pola makan, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga. Kesehatan itu bukan hanya urusan rumah sakit atau program pemerintah, tapi harus menjadi gerakan hidup sehat yang dimiliki setiap individu,” kata Menkes yang dikutip dari kanal resmi Kemenkes, Selasa (12/5/2026). 

Budi menyampaikan, pendekatan pemerintah dalam penanganan obesitas difokuskan pada edukasi dan perubahan perilaku masyarakat melalui penyediaan informasi yang lebih mudah dipahami. Salah satunya, melalui implementasi pelabelan nutrisi pada makanan dan minuman agar masyarakat dapat membuat pilihan konsumsi yang lebih sehat.

“Kita ingin masyarakat lebih sadar terhadap apa yang mereka konsumsi. Informasi gizi harus dibuat sederhana dan mudah dimengerti sehingga masyarakat bisa memilih makanan dan minuman yang lebih sehat,” terangnya. 

Selain pola makan sehat, Menkes juga menyoroti pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Menurutnya, olahraga perlu didorong menjadi budaya dan tren positif di masyarakat.

“Kita harus menjadikan olahraga sebagai movement. Mau lari, jalan kaki, badminton, padel apa saja yang penting bergerak dan dilakukan rutin,” jelasnya.

Sementara itu, Duta Besar Denmark untuk Indonesia Sten Frimodt Nielsen menyampaikan, obesitas merupakan tantangan kesehatan global yang memerlukan kolaborasi lintas sektor serta pendekatan yang inklusif dan tanpa stigma.

“Obesitas merupakan kondisi kesehatan yang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari gaya hidup, lingkungan, pendidikan, hingga akses terhadap layanan kesehatan. Penanganan obesitas membutuhkan upaya bersama dari pemerintah, tenaga kesehatan, industri, dan masyarakat,” kata Frimodt.

Ia pun menekankan pentingnya pencegahan dan langkah sederhana sehari-hari untuk menciptakan dampak kesehatan jangka panjang.

“Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari serta penerapan pola hidup yang lebih sehat dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang,” tambahnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: