Kylie Jenner 3 Kali Digugat Mantan Pekerja, Kali Ini Mantan Koki Pribadi yang Keguguran

Oleh: Kiswondari
Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:01 WIB
Pengusaha dan selebriti Amerika Serikat, Kylie Jenner. (BeritaNasional/IG Kylie Jenner)
Pengusaha dan selebriti Amerika Serikat, Kylie Jenner. (BeritaNasional/IG Kylie Jenner)

BeritaNasional.com - Selebriti sekaligus pengusaha produk kecantikan Amerika Serikat (AS), Kylie Jenner digugat untuk ketiga kalinya oleh mantan pekerjanya. Kali ini, gugatan dilayangkan mantan koki pribadinya atas tuduhan beban kerja dan kondisi saat bekerja di acara-acara Kylie yang menyebabkannya keguguran.

Melansir PEOPLE pada Sabtu (27/6/2026), dalam gugatan yang diajukan di Pengadilan Tinggi Los Angeles pada Senin (22/6/2026) itu, sang koki menuduh bahwa dia dipaksa untuk bekerja dalam shift yang panjang dan melakukan tugas-tugas "dengan tekanan tinggi", meskipun telah memberi tahu atasannya tentang kehamilannya yang berisiko tinggi.

Atas tuduhan ini, PEOPLE telah menghubungi perwakilan Jenner untuk meminta komentar.

Diketahui bahwa koki wanita itu mulai bekerja untuk Jenner pada November 2024, dan mengklaim bahwa dia memberi tahu atasannya bahwa dia membutuhkan akomodasi karena dia sedang hamil tiga bulan.

Dalam berkas gugatan, disebutkan pada Desember 2024, koki itu mengalami keadaan darurat medis setelah diminta untuk mengangkut barang-barang makanan berat menyeberangi jalan dan menanjak. Setelah koki itu tersedak dan terengah-engah dan membutuhkan bantuan dari petugas keamanan, koki itu justru ditegur karena membuat Jenner kesal.

Kemudian, pada 1 Februari 2025, koki tersebut menceritakan bahwa dia bekerja di pesta ulang tahun anak Jenner dan tidak ditawari "dukungan yang memadai" karena diabaikan oleh para supervisor ketika dia meminta bantuan.

“Akibat kelelahan dan tekanan fisik yang luar biasa, (dia) mengalami gangguan emosional di kamar mandi selama acara tersebut,” demikian isi gugatan itu.

“Pada malam itu, (dia) mengalami kelelahan fisik yang ekstrem dan rasa berat di seluruh tubuhnya sebagai akibat dari beban kerja yang berkepanjangan dan intens,” tulis isi gugatan.

Masih dalam gugatan tersebut, si koki mengatakan bahwa setelah mengalami pendarahan hebat pada pagi harinya, ia harus mengendarai mobil sendiri ke ruang gawat darurat dan diberitahu bahwa ia kehilangan bayinya. Ia kemudian memberi tahu atasannya dan ia malah dituduh bersalah karena meninggalkan dapur dan kulkas dalam keadaan berantakan setelah kejadian di Palm Springs.

Pada minggu berikutnya tepatnya pada tanggal 8 Februari, si koki kembali dirawat di rumah sakit setelah mengalami pendarahan dan kemudian setuju untuk pindah ke New York. Namun pihak Jenner mengklaim bahwa komunikasinya tentang kondisi medis dan kepindahannya adalah pengunduran diri sukarela meskipun si koki berniat untuk tetap bekerja.

Pada 14 Maret 2025, si koki diberitahu bahwa ia dikeluarkan dari tugas rumah tangga Kylie Jenner dan tanggal 31 Maret 2025 adalah hari terakhirnya bekerja.

Karena itu, mantan koki kemudian menuduh Jenner bersama dan firma manajemen Tri Star melakukan diskriminasi, pelecehan dan perlakuan buruk selama bekerja

"Diskriminasi, pelecehan, pembalasan, perlakuan buruk terkait kehamilan, kegagalan menyediakan akomodasi, dan pelanggaran upah," tulis pengaduan itu.

Pengaduan tersebut menyatakan bahwa tim tersebut mengiriminya email yang menawarkan penyelesaian pada Mei 2025, serta perjanjian pelepasan. PEOPLE juga telah menghubungi Tri Star untuk meminta komentar.

Sementara itu, dalam pernyataan kepada PEOPLE, pengacara koki tersebut, Della Shaker dari Shaker Law Group, mengatakan bahwa keputusan kliennya untuk menggugat bukanlah hal mudah. 

"Keputusan klien kami untuk maju ke depan bukanlah keputusan yang diambil dengan mudah. ​​Ia berharap dengan berbagi pengalamannya akan mendorong orang lain yang menghadapi keadaan serupa untuk mengetahui bahwa mereka tidak sendirian dan bahwa hukum memberikan perlindungan bagi setiap karyawan," kata Shaker.

Shaker juga mewakili Angelica Vazquez, salah satu mantan pembantu rumah tangga Jenner yang mengajukan gugatan terhadapnya dan Tri Star Services serta Maison Family Services pada pertengahan April, serta Juana Delgado Soto, yang kemudian mengajukan gugatan yang mengklaim diskriminasi rasial, pelecehan, dan pelanggaran upah.

Semua gugatan tersebut tidak menuduh Jenner sendiri melakukan diskriminasi atau pelecehan, melainkan menuduh bahwa staf lain memperlakukan kedua pembantu rumah tangga tersebut memperlakukan mereka dengan tidak baik di tempat kerja. Namun, perwakilan Jenner menolak berkomentar ketika dihubungi oleh PEOPLE saat itu.

Dalam gugatan ini, sang koki menuntut ganti rugi, gaji yang belum dibayar, gaji di masa mendatang, upah yang hilang, pendapatan yang hilang, dan tunjangan kerja yang hilang. Sang koki juga merasa bahwa ia telah menderita akibat tekanan emosional yang berat, kecemasan, depresi, penghinaan, penderitaan mental, dan kerugian lainnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: