Menko PMK Luncurkan Gerakan RANA untuk Perkuat Perlindungan Anak di Berbagai Ruang

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 26 Juni 2026 | 05:33 WIB
Menko PMK Luncurkan Gerakan RANA untuk Perkuat Perlindungan Anak di Berbagai Ruang. (Foto/Kemenko PMK)
Menko PMK Luncurkan Gerakan RANA untuk Perkuat Perlindungan Anak di Berbagai Ruang. (Foto/Kemenko PMK)

BeritaNasional.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meluncurkan Gerakan #RuangAmanNyamanAnak (RANA) sebagai gerakan nasional untuk memperkuat perlindungan anak melalui penciptaan ruang yang aman dan nyaman di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital.

Peluncuran Gerakan RANA dilakukan dalam Forum Kolaborasi dan Aksi Keluarga Indonesia 2026 bertema Keluarga Tangguh, Inklusif dan Anak Terlindungi untuk Mewujudkan Generasi Berkualitas yang digelar di Aula Heritage Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Pratikno mengatakan, Gerakan RANA merupakan tindak lanjut dari Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang diselenggarakan Kemenko PMK pada 23 Juni 2026 untuk mengonsolidasikan berbagai upaya perlindungan anak yang selama ini dijalankan oleh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.

“Pada 23 Juni lalu, kami menyepakati untuk melakukan gerakan nasional yang disingkat RANA, yaitu Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak. Aman dan nyaman di keluarga, di satuan pendidikan formal maupun nonformal, di tempat umum, di ruang digital, serta didukung respons cepat ketika terjadi ketidakamanan dan ketidaknyamanan terhadap anak,” ujar Pratikno.

Menurutnya, perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Gerakan RANA dihadirkan untuk mengintegrasikan berbagai program dan inisiatif perlindungan anak yang telah berjalan.

Pemerintah, lanjut Pratikno, akan memanfaatkan dua momentum penting untuk mengarusutamakan Gerakan RANA, yakni peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) pada 29 Juni 2026 dan dimulainya tahun ajaran baru serta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Juli mendatang.

“Kita memanfaatkan momentum ini untuk bersama-sama bergerak secara sinergis menjamin ruang yang aman dan nyaman untuk anak,” ujarnya.

Pratikno menjelaskan, tema Harganas 2026, “Ayah Wajib Hadir”, mengandung pesan penting mengenai peran ayah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak. Sementara itu, momentum tahun ajaran baru dan MPLS diharapkan menjadi sarana sosialisasi Gerakan RANA di satuan pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan.

“Anak harus dalam suasana yang aman dan nyaman. Keluarga menjadi tempat pertama dan utama. Ini penting sekali momentum Harganas ini untuk sosialisasi Gerakan RANA. Kemudian, melalui momentum MPLS bisa dilakukan sosialisasi serentak sehingga ini menjadi gerakan nasional,” katanya.

Gerakan RANA akan dijalankan melalui lima pilar utama, yakni edukasi publik, penguatan keluarga berkualitas, penyediaan satuan pendidikan dan layanan pengasuhan sementara (daycare) yang aman, perlindungan anak di ruang digital, serta penguatan sistem respons darurat dan pemulihan bagi anak korban kekerasan.

Pemerintah juga akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, melakukan pemantauan berkala terhadap implementasi program, serta mempercepat respons terhadap kasus kekerasan terhadap anak.

Upaya tersebut akan disinergikan dengan berbagai layanan perlindungan anak, seperti SAPA 129 Kementerian PPPA, Hotline 110 Polri, layanan pengaduan KPAI, Aduan Konten Kemenkomdigi, layanan kesehatan mental Kementerian Kesehatan, serta layanan sosial anak Kementerian Sosial.

Dalam acara tersebut turut hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, serta perwakilan dari sejumlah kementerian, lembaga, dan Kepolisian RI.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan peluncuran simbolis Gerakan RANA dan penyerahan Keputusan Menko PMK tentang Satuan Tugas Penguatan Tata Kelola Pengasuhan Sementara (daycare) kepada Menteri PPPA, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Wakil Menteri Dalam Negeri sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola layanan pengasuhan anak.

Usai peluncuran, Pratikno meninjau sejumlah kegiatan yang digelar dalam forum tersebut, antara lain permainan character building, kelas pengasuhan, kegiatan musik anak, serta layanan konseling kesehatan mental.

Forum juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman mengenai pengasuhan anak bersama Co-Founder AyahASI Sogi Indra Dhuaja dan Lenggogeni, orang tua pemeran Alim dalam film “Semua Akan Baik-Baik Saja”.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: