Pemprov DKI Temukan 4 Kasus Hantavirus Selama 2026, 3 Sudah Sembuh

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 12 Mei 2026 | 06:27 WIB
Ilustrasi hantavirus. (BeritaNasional/Gemini AI)
Ilustrasi hantavirus. (BeritaNasional/Gemini AI)

BeritaNasional.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI mencatat empat kasus Hantavirus yang ditemukan di Jakarta sepanjang 2026. Dari jumlah tersebut, tiga pasien dinyatakan sembuh. Sementara satu lainnya masih berstatus suspek dan menjalani isolasi sambil menunggu hasil laboratorium.

“Kami mencatat ada empat kasus Hantavirus di Jakarta sepanjang 2026. Tiga orang sudah sembuh dengan gejala ringan, sementara satu orang masih suspek karena penegakan diagnosisnya masih menunggu hasil laboratorium,” kata Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati, dikutip Selasa (12/5/2026).

Ani berujar, Hantavirus bukan penyakit baru dan selama ini terus dipantau oleh otoritas kesehatan. Penularannya pun terjadi melalui tikus, baik dari air liur, urine, maupun kotoran tikus yang mencemari lingkungan.

“Hantavirus sebetulnya virus lama, bukan seperti Covid-19 yang dulu merupakan penyakit baru. Penularannya melalui tikus, bisa dari air liur, air seni, atau kotoran tikus yang terkontaminasi ke manusia,” jelasnya.

Menurut Ani, varian Hantavirus yang dapat menular antarmanusia sejauh ini hanya varian Andes yang ditemukan di Amerika Selatan dan belum pernah ditemukan di Indonesia.

“Sampai sekarang belum ada di Indonesia. Jadi kasus yang ada di sini penularannya masih dari tikus ke manusia,” ucap Ani.

Ia menambahkan, pasien yang masih berstatus suspek saat ini menjalani isolasi sebagai langkah kewaspadaan karena Hantavirus termasuk penyakit menular.

“Kalau kita menemukan suspek, prinsipnya dilakukan isolasi terlebih dahulu sampai hasil laboratorium keluar. Sejauh ini semua kasus yang muncul di Jakarta gejalanya ringan, dan tiga pasien sebelumnya sudah sembuh,” jelas Ani.

Dinkes DKI Jakarta turut mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan pengendalian tikus untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

“Ini bukan penyakit baru dan selama ini terus dimonitor. Jadi tidak perlu panik, tetapi tetap waspada dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat,” tandasnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: