Kementan Tingkatkan Pengawasan Kesehatan Hewan Menjelang Idul Adha
BeritaNasional.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kementerian Pertanian memperketat pengawasan penyakit zoonosis dan keamanan pangan asal hewan guna melindungi kesehatan masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas serta distribusi ternak di berbagai daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui pengawasan kesehatan hewan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia peternakan, dan edukasi penanganan daging yang aman bagi masyarakat maupun panitia kurban.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan penguatan pengawasan kesehatan hewan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan nasional, terutama pada periode meningkatnya lalu lintas ternak menjelang Idul Adha.
“Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga kualitas dan jaminan keamanan produk pangan yang dihasilkan. SDM pertanian dan peternakan harus profesional, kompeten, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal,” ujar Amran dari keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Ia menambahkan, meningkatnya distribusi hewan ternak antarwilayah harus diantisipasi dengan pengawasan kesehatan hewan yang ketat agar tidak menjadi jalur penyebaran penyakit zoonosis maupun penyakit hewan menular strategis.
Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan penguatan kompetensi SDM menjadi faktor penting dalam memperkuat sistem pencegahan penyakit hewan di lapangan, terutama saat aktivitas perdagangan dan pemotongan ternak meningkat menjelang Idul Adha.
“Penguatan SDM menjadi fondasi utama pembangunan pertanian. Melalui sertifikasi, pelatihan, dan resertifikasi kompetensi, kita memastikan tenaga profesional di lapangan memiliki kemampuan yang terukur, adaptif, dan mampu memberikan edukasi serta pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Santi.
Sebagai bagian dari penguatan mitigasi zoonosis, Kementan melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu meningkatkan edukasi nasional terkait penanganan daging dan pengawasan kesehatan hewan melalui berbagai program pelatihan bagi peternak, penyuluh, petugas lapangan, dan masyarakat. Materi pelatihan mencakup pemeriksaan kesehatan hewan sebelum pemotongan, pemeriksaan organ dan karkas, penerapan sanitasi dan higiene, hingga tata cara distribusi daging yang memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP, Tedy Dirhamsyah, menegaskan pengawasan kesehatan hewan harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, terutama saat permintaan dan distribusi ternak meningkat menjelang Idul Adha.
“Pencegahan zoonosis harus dimulai sejak sebelum penyembelihan melalui pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan lalu lintas ternak, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai cara penanganan daging yang benar. Ini penting agar distribusi daging kurban tidak menjadi media penularan penyakit,” ujarnya.
Kementerian Pertanian juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai penyakit zoonosis seperti anthrax, brucellosis, Lumpy Skin Disease (LSD), Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), jembrana, dan infeksi cacing hati. Penyakit tersebut dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan sakit, darah, organ terinfeksi, maupun pangan asal hewan yang tidak ditangani dengan tepat. Selain berdampak terhadap kesehatan masyarakat, penyebaran zoonosis juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi akibat menurunnya produktivitas ternak dan terganggunya distribusi hewan kurban.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu






